0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinilai Tidak Netral, Puluhan Warga Gruduk Kades Bangkok

Boyolali – Merasa diintimidasi oleh kepala Desa Bangkok, Karanggede, puluhan warga menggeruduk Balai Desa. Mereka ingin meminta klarifikasi dari sikap kepala desa, M Sholeh, yang dinilai telah mengintimidasi warga untuk memilih salah satu pasangan calon (Paslon).

Informasi yang dihimpun, aksi berawal dari tiga warga yang menemui Kades untuk meminta tanda tangan dan stempel untuk mengajukan pembuatan e-KTP, pada Rabu (25/11). Salah satu warga, Bayu (20), tidak dilayani. Kades tidak bersedia memberikan tanda tangan dan stempel, karena saat ditanya paslon berapa yang akan dicoblos, tidak sesuai keinginan dari sang Kades.

“Mas Bayu ini setelah menjawab akan coblos nomer 2, kades kemudian tidak mau melayani,” ungkap tokoh masyarakat yang juga mantan Kades, Komedi, Kamis (26/11).

Karena merasa diintimidasi, Bayu kemudian mengadu ke tim pemenangan Agus Purmanto-Sugiyarto (Toto). Akhinya puluhan warga dan tim pemenangan Toto mendatangi balaidesa.

Sementara dalam pertemuan tersebut, selain masalah KTP, merembet juga ke persoalan netralitas kades dalam pilkada. Warga juga memprotes keberadaan baliho paslon 1 yang ada gambar sang kades. Meski baliho tersebut telah dicopot, namun sejumlah warga memiliki fotonya.

“Panwaslu menyatakan melanggar, besok akan kita laporkan,” tambah Komedi.

Sementara, Ketua Pemenangan Toto Kecamatan Karanggede, Pujiadi, mempertanyakan sikap kades saat menemui warga yang ngluruk ke balai desa justru mengajak kades lain, yaitu Kades Manyaran dan Pinggir.

“Menghadapi warganya sendiri kok mengajak kades lain, lha kepentinganya apa? “ ujar Pujiadi.

Sementara itu, Anggota Panwaslu Boyolali, Taryono dan Rubiyanto, yang langsung mendatangi lokasi, akan segera menindaklanjuti permasalahan baliho paslon yang juga terdapat foto kades Bangkok.

“Kalau masalah KTP, bukan ranah kami. Kita tindak lanjuti untuk balihonya,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Sekda Boyolali, Sugiyanto, mengaku hingga sore tadi belum mengetahui aksi warga Bangkok yang gruduk ke Balai Desa untuk memprotes sang kades. Namun, Sugiyanto berjanji akan segera mengklarifikasi persoalan tersebut. Di sisi lain, Kades Bangkok, M Sholeh, juga belum bisa dihubungi. Nomor ponselnya tidak aktif.

“Kita minta kepala desa harus netral dan jangan pilih-pilih dalam melayani masyarakatnya,” himbau Pj Sekda, Sugiyanto.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge