0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jatuh di Jalan, 2 Jambret Jadi Bulan-Bulanan

Dua tersangka kasus penjambretan menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Mengaku butuh uang untuk biaya hajatan, Dwi Sasongko alias Gemak (24) nekat melakukan penjambretan di kawasan Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo pada Jumat (13/11) lalu. Gemak bersama rekannya, Eryc Eko Prasetyo (24), warga Kelurahan Gading, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo menjambret tas milik seorang warga bernama Ika Prasetyaningsih (31).

“Kedua residivis ini melakukan aksinya saat korban pulang kerja sekitar pukul 19.30 WIB malam,” terang Kapolsek Laweyan, Kompol Agung Nugroho, Kamis (26/11) siang.

Informasi yang dihimpun, kedua pelaku yang kenal saat menjalani pidana hukuman ini melakukan aksinya di kawasan Penumping, Laweyan. Waktu itu, korban melintas di Jalan Kebangkitan Nasional. Dari belakang, kedua pelaku membuntuti. Setelah dirasa aman, keduanya beraksi dengan menggunakan cutter untuk memotong tas korban. Alhasil kedua pelaku berhasil mendapatkan tas milik korban yang berprofesi sebagai penari Bedaya di Keraton Solo.

“Korban sempat terjatuh dari motor saat dilakukan penjambretan. Setelah korban jatuh tersebut, kedua pelaku langsung merampas tas dengan memotong tali dan langsung kabur,” terang Kapolsek.

Meski begitu, korban tak tinggal diam. Korban berupaya melakukan pengejaran hingga akhirnya di sebuah tikungan, korban nekat menabrak kedua pelaku penjambretan. Setelah pelaku terjatuh dari kendaraan, korban berteriak minta tolong kepada masyarakat. Kedua jambret tersebut jadi bulan-bulanan massa.

“Saat itulah, warga langsung menghadiahi bogem mentah kepada kedua pelaku,” jelas Kapolsek.

Sementara, dari pengakuan pelaku, dirinya nekat melakukan aksi penjambretan lantaran butuh uang untuk biaya hajatan istrinya yang mengandung tujuh bulan.

“Rencananya, untuk biaya mitoni anak saya,” terang Gemak yang pernah dipidana lantaran kasus serupa.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX King 150 AD 6357 VH, satu tas cangklong merk Elizabeth, satu unit HP BlackBerry, satu buah dompet, uang tunai senilai Rp 830 riibu dan sebuah pisau cutter.

Atas perbuatannya tersebut, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge