0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Kekerasan Perempuan Harus Dihukum Berat

JPPAS gelar aksi damai di Bunderan Gladak Jl Slamet Riyadi Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —┬áJaringan Peduli Perempuan dan Anak Surakarta (JPPAS) mengutuk keras pelaku tindak kekerasan pada perempuan dan anak yang sering terjadi di Indonesia. Kecenderungan perilaku buruk dan brutal itu juga dilakukan di wilayah Kota Solo.

“Data yang dikeluarkan Komnas Perempuan pada tahun 2014, jumlah kekerasan sebanyak 8.626 kasus. Mayoritas pelakunya orang terdekat,” kata pegiat JPPAS, Haryati Panca Putri, dalam orasi di Bunderan Gladag, Rabu (25/12).

Menurutnya, pemerintah perlu segera bertindak tegas dengan memperberat hukuman terhadap pelaku kekerasan pada perempuan. Hal itu agar perilaku kekerasan terhadap perempuan tidak berulang.

Lebih janjut, Haryati menegaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya kekerasan seksual, merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang keji.

Untuk itu, JPPAS menuntut agar pemerintah mengusut tuntas kasus kekerasan sexsual. Penegakan supremasi hukum dan berpihak pada korban.

“Pemerintah daerah wajib memberi perlindungan dan layanan korban. Juga mendesak DPR melalui DPRD agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan,” ujarnya.

Aksi JPPAS di Bundaran Gladak itu dilakukan bekerjasama dengan Jejer Wadon dan elemen mahasiswa. Aksi dilakukan dalam rangka peringatan hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge