0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hama Kutu Putih Mulai Menghilang

Musim penghujan, hama kutu putih mulai menghilang terbawa air hujan (timlo.net/nanin)

Boyolali — Musim hujan telah tiba, petani pepaya menyambut dengan suka cita. Pasalnya, saat musim hujan, hama kutu putih yang mengganas dimusim kemarau langsung menghilang. Meski begitu, petani pepaya membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan agar tanaman mereka pulih seperti sedia kala. Pasalnya, meski masih bisa diselamatkan, namun buah yang dihasilkan kwalitasnya sangat jelek dan tidak laku.

“Dari luar terlihat bagus dan matang, tapi daging buahnya keras,” ungkap Kartono (62) petani pepaya asal Teras, Selasa (24/11).

Kartono sendiri mengaku hampir sepertiga pohon pepaya miliknya mati akibat serangan hama kutu putih. Dari total 200 batang pepaya, saat ini yang masih bisa diselamatkan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa kembali normal. Buah yang dihasilkan kwalitasnya sangat buruk dan hanya digunakan untuk pakan ternak.

“Pembeli tidak ada yang mau beli, rasa buahnya tidak enak,” tambahnya.

Petani lain, Darminto (56) asal Desa Salakan, Teras mengaku menderita kerugian cukup besar. Dari 230 tanaman pepaya, separo lebih mati karena diserang hama kutu putih. Padahal, tanaman baru mulai berbuah setelah dirawat selama 10 bulan.

“Pas diserang pas berbuah, ya sudah, tidak bisa diselamatkan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi mengungkapkan, 21.300 batang pepaya dari total tanaman sebanyak 366.561 batang terserang hama kutu putih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.150 batang terkena serangan sedang, 4.500 terkena serangan ringan dan 10.650 terkena serangan kutu putih kategori berat. Serangan tersebar di tiga kecamatan yaitu, Banyudono, Teras dan Kecamatan Mojosongo.

“Musim penghujan biasanya serangan hama kutu putih hilang terbawa air hujan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge