0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Mayat Dibunuh Secara Sadis

Kapolsek Karangpandan, AKP Aris Dwi Handoko (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Meski belum terkuak identitas mayat yang ditemukan di saluran air tepi Jalan Raya Solo-Tawangmangu, Desa Ngemplak, Karangpandan, namun polisi tetap berkesimpulan mayat tersebut adalah korban pembunuhan. Hasil otopsi tim forensik di RSUD Dr Moewardi Solo menguatkan dugaan korban dibunuh secara sadis.

“Tengkorak kepala bagian belakang retak akibat luka terkena benda keras. Kematian disebabkan jaringan otak mengalami trauma hebat. Lalu, dua tulang rusuk bagian tengah patah,” kata Kapolsek Karangpandan AKP Aris Dwi Handoko kepada wartawan di Mapolres Karanganyar, Selasa (24/11).

Mayat berjenis kelamin pria itu ditemukan dalam keadaan bugil dan tubuhnya membusuk, Sabtu (21/11). Termasuk bagian wajah yang hanya menyisakan tengkorak.

Tim forensik terus bekerja keras menguak identitas mayat melalui sidik jari tengah dari kulit tangan korban yang telah mengelupas. Menurut Kapolsek inilah satu-satunya cara menguak identitasnya mengingat belum ada titik terang siapa sebenarnya pria malang ini.

“Belum ada laporan kehilangan yang mengarah pada identitas korban. Baik itu di wilayah Karanganyar maupun dari polres jajaran,” kata Kapolsek.

Beberapa cara juga ditempuh anatara lain dengan menginformasikannya lewat radio. Tes DNA bisa juga dilakukan apabila ada yang mengklaim sebagai keluarganya. Sejauh ini polisi masih berkutat pada keterangan tiga orang saksi.

“Kita masih memeriksa tiga orang saksi, dua diantaranya warga setempat yang pertama kali melaporkan penemuan mayat tersebut,” kata dia.

Polisi menduga pelaku sengaja menghilangkan jejak kejahatannya dengan membuang mayat di tempat sepi dengan terlebih dulu melucuti busananya. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia selama sepekan sebelum ditemukan.

“Entah kebetulan atau memang sudah disurvei sebelumnya, ternyata lokasi mayat dibuang memang benar-benar tepat untuk menghilangkan identitas korban. Saluran air cukup dalam dan selalu digenangi air sehingga mempercepat pengelupasan kulit tubuh. Termasuk jari-jemarinya. Kini, kita kesulitan menelusuri identitas korban dari sidik jari,” kata Kapolsek Karangpandan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge