0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal UMK, Bupati Berharap Apindo Legowo

Bupati Karanganyar Juliyatmono (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Rencana Apindo Soloraya menggugat lewat PTUN tentang penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang dinilainya terlalu tinggi dan mematikan pengusaha disikapi Bupati Karanganyar Juliyatmono.

“Kita berharap Apindo bisa legowo dengan keputusan ini,” kata Bupati Juliyatmono, Senin (24/11).

Bupati Juliyatmono berharap Apindo Karanganyar bisa menerima keputusan Gubernur Jateng. Namun, orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu menyilakan Apindo menempuh jalur sesuai mekanisme.

“Kalau keberatan ada mekanisme. Mudah-mudahan Apindo enggak menggugat keputusan Gubernur,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bupati mengusulkan UMK Karanganyar tahun 2016 Rp 1,4 juta. Bupati melayangkan surat kepada Gubernur Jateng. Angka itu merupakan pembulatan dari usulan dewan pengupah Rp 1.397.000. Namun, Gubernur tidak menutup mata hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Karanganyar hingga Desember 2015 Rp 1.441.467.

“Gubernur menggunakan pendekatan survei KHL pada rapat koordinasi. Gubernur membulatkan UMK Rp 1.442.000. Lalu konfirmasi ke bupati, ya oke. Tapi, surat kami tetap Rp 1,4 juta. Pada akhirnya Gubernur ambil jalan tengah Rp 1.420.000. Gubernur berani mengambil kebijakan menggunakan Pergub dan bukan PP,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge