0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak UMK, Apindo Karanganyar Berencana Gugat ke PTUN

Ilustrasi buru pabrik (dok.timlo.net/red)

Karanganyar — Keputusan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) yang menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar pada 2016 Rp 1.420.000 membuat kecewa Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Soloraya. Bahkan Apindo di Soloraya masih menjajal kemungkinan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atau melakukan uji materi.

“Antara kesepakatan dengan hasil yang ditetapkan enggak sesuai. Hla apa gunanya kesepakatan (Dewan Pengupah —Red)?” kata Ketua Apindo Karanganyar, Edy Darmawan, saat dihubungi wartawan, Senin (23/11).

Edy menuturkan sudah berkoordinasi dengan Apindo di Soloraya. Dia mengklaim Apindo di Soloraya akan mengambil sikap berbeda. Dia menyampaikan kegundahan pengusaha di Soloraya.

“Apindo Jateng silakan menginstruksikan demikian (menaati keputusan Gubernur —Red). Apindo Soloraya punya sikap. Bolehkan kami punya sikap. Ini hak,” tutur dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan harapan Apindo Karanganyar bisa menerima keputusan Gubernur Jateng. Namun, orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu menyilakan Apindo menempuh jalur sesuai mekanisme.

“Kalau keberatan ada mekanisme. Mudah-mudahan Apindo nggak menggugat keputusan Gubernur,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge