0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Praperadilan Jukir Prambanan Hadirkan Saksi Ahli Hukum Pidana

timlo.net/aditya wijaya

Saksi ahli Muhammad Arif Setiawan saat memberikan keterangan

Klaten — Kuasa hukum dua juru parkir (jukir) Toko Emas Semar Jawa di Prambanan menghadirkan saksi ahli. Yakni Muhammad Arif Setiawan dalam sidang praperadilan terhadap Polres Klaten di Pengadilan Negeri Klaten, Senin (23/11).

“Pengertian tersangka itu adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana,” kata Arif.

Menurut pakar hukum pidana dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) ini, proses penetapan sebagai tersangka tidak bisa dilakukan sembarangan. Alat bukti sesuai dengan pasal 184 KUHAP ada lima, yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa.

“Dalam meningkatkan status tersangka, pihak penyidik harus menemukan bukti permulaan, yang minimal didukung dua dari lima alat bukti. Tidak boleh dibolak-balik, menetapkan tersangka dulu baru mencari buktinya,” ucapnya kepada wartawan usai sidang.

Sementara, kuasa hukum pemohon dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogjakarta, Rizki Fatahilah menyebutkan, dalam fakta persidangan penasihat hukum termohon (Polres Klaten) mengaku telah mengantongi lebih dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status kliennya sebagai tersangka.

Namun demikian, pihaknya masih menyangsikan alat bukti tersebut. Pasalnya, apabila pihak termohon menghadirkan saksi oknum Polisi Polda DIY Toni Pamungkas sebagai salah satu alat bukti, dirinya bisa menebak arahnya. Pasalnya sangat subyektif, karena Toni Pamungkas juga ditetapkan sebagai tersangka. Karena tiga hari berturut-turut pada tanggal 5, 6 dan 7 Juli diduga melakukan penganiayaan kepada tiga juru parkir di Toko emas Semar Jawa.

“Selain itu, secara adminstratif pihak termohon katanya sudah memeriksa tujuh saksi yang mendukung Toni Pamungkas. Dan dalam persidangan tadi, pihak penyidik juga sudah menetapkan P21 untuk kasus pengeroyokan Toni Pamungkas dengan pelaku Liano dan Catur,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge