0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bakar Rumah, Katijo Dituntut 20 Tahun Penjara

(dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa kasus pembakaran yang dilakukan oleh Katijo (53) di kawasan Kampung Jetis RT 02/ RW 03 Kadipiro, Banjarsari, Solo dengan hukuman 20 tahun penjara. Tuntutan jaksa memang tergolong berat lantaran, aksi nekat yang dilakukannya pada Jumat (31/7) lalu itu dinilai telah diirencanakan hingga mengakibatkan mertuanya, Suwarmi (85) tewas.

“Tuntutan dari Jaksa hukuman penjara selama 20 tahun, potong masa tahanan,” terang JPU, Sutarno saat dhubungi Timlo.net, Senin (23/11) siang.

Selain alasan itu, jaksa juga menilai bahwa keterangan terdakwa yang disampaikan dalam persidangan berbelit-belit. Terdakwa juga tidak mengakui telah mengakui peristiwa yang ikut mengakibatkan dua korban lainnya, yakni keponakan terdakwa, Dwi Cahyono (19) dan adik terdakwa, Lukitowati (42) mengakibatkan luka bakar.

“Terdakwa masih bersikukuh tidak mengakui perbuatannya tersebut. Padahal, telah mengakibatkan mertuanya tewas. Disamping itu, juga korban lainnya mengalami luka bakar,” jelas Sutarno.

Kasus ini bermula, lantaran terdakwa yang dikenal hobi berjudi terjerat utang hingga ratusan juta. Pihak keluarga telah kerapkali mengingatkan, supaya terdakwa menghlangkan kebiasaan buruknya tersebut. Hingga akhirnya, terdakwa yang semula terkenal sebagai peternak burung sukses itu gulung tikar dan hanya memiliki rumah dikawasan Kampung Jetis RT 02/ RW 03 Kadipiro, Banjarsari, Solo. Rencananya, terdakwa hendak menjual rumah yang dia klaim dibeli menggunakan uangnya semasa masih sukses dulu.

Alhasil, rencana terdakwa mendapat halangan dari pihak keluarga. Termasuk dari mertua, keponakan hingga adik iparnya. Hingga suatu ketika, pada Jumat (31/7) malam peristiwa tragis itu terjadi. Katijo melakukan pembakaran terhadap rumah yang dia klaim miliknya tersebut. Padahal didalam rumah terdapat anggota keluarga.

Salah seorang korban, Dwi Cahyono sempat terbangun dan berusaha menghentikan tindakan pamannya yang melakukan pembakaran rumah. Namun, perlawanannya sia-sia. Hingga akhirnya, dirinya meminta tolong dan berusaha menyelamatkan nenek dan anggota keluarganya yang lain. Bahkan, tubuh Dwi waktu itu sempat terbakar lantaran melakukan aksi penyelamatan. Beruntung, warga yang mengetahui peristiwa itu langsung memberikan pertongan. Sedangkan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge