0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rapat Renegosiasi Kontrak Freeport Ditunda

Sidang Paripurna DPR (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin tidak hadir dalam Rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR. Rapat ini rencananya akan membahas soal renegosiasi kontrak Freeport di Indonesia serta rencana pembangunan smelter.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, mengecam ketidakseriusan PT Freeport terkait pembahasan renegosiasi kontrak dan pembangunan smelter.

“Saya minta pihak Freeport memperingatkan presdirnya untuk datang. Kalau tidak datang di rapat selanjutnya kita anggap tidak perlu bahas ini. Ini masalah kedaulatan dan aset negara,” ujarnya, Senin (23/11).

Iskan mengancam jika pihak PT Freeport tidak konsisten pada rapat selanjutnya maka renegosiasi kontrak freeport tidak akan diteruskan.

“Kalau tidak datang, konsekuensinya apa masih diperlukan kontrak ini diperpanjang dengan Freeport?,” ucapnya.

Seperti diketahui, Ketua Komisi 7 DPR RI, Kardaya Warnika mengumumkan penundaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR-RI, Panitia Kerja (Panja) Mineral, Sumber Daya dan Energi (Minerba) dengan PT. Freeport yang bertujuan membahas renegosiasi kontrak dan pembangunan smelter ditunda hingga awal Desember mendatang.

Penundaan ini sehubungan dengan Presiden Direktur PT Freeport, Maroef Sjamsoeddin, sedang berada di Jepang.

“Sehubungan dengan direktur PT Freeport tidak hadir karena beliau sedang di luar negeri. Karena rapat ini terkait dengan smelter dan renegosiasi, maka rapat ini tidak bisa dilaksanakan. Maka rapat ini ditunda hingga 1 desember 2015,” jelas dia.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge