0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kuasa Hukum Setnov Akan Laporkan Sudirman Said

()

Timlo.net – Dua kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), Rudi Alfonso dan Firman Wijaya berdialog terkait rekaman Setnov yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

“Kita konstruksi pasal yang dilanggar, penyadapan, pencemaran nama baik, kemudian fitnah Pasal 311 dan ancaman hukumannya 4 tahun,” kata Rudi di kompleks DPR RI, Senin (23/11).

Selain itu Rudi mengungkapkan bila semua alat bukti yang sudah diselidiki MKD ternyata tidak ada indikasi pelanggaran, maka Menteri ESDM Sudirman Said telah melanggar Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah. Maka ada kemungkinan pihaknya akan melaporkan Sudirman ke polisi.

“Karena yang ada, selama pertemuan itu kita ingin tahu berapa durasinya. Diedit atau tidak. Hasil rekamannya seperti apa,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Sudirman menyatakan bahwa anggota DPR tersebut menjanjikan suatu cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak PT Freeport Indonesia dan meminta agar PT Freeport Indonesia memberikan saham yang disebutnya akan diberikan pada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sudirman juga menjelaskan bahwa seorang aggota DPR tersebut juga meminta agar diberi saham suatu proyek listrik yang akan dibangun di Timika. Selain itu dia juga meminta PT Freeport Indonesia menjadi investor sekaligus off taker (pembeli) tenaga listrik yang dihasilkan dari proyek tersebut.

Sudirman menjelaskan dengan dalih menjadi penghubung agar proposal tersebut disetujui pemerintah, oknum tadi meminta 20 persen dengan rincian 11 persen akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan 9 persen sisanya untuk Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Setnov dianggap mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta 20 persen saham perseroan dan 49 persen saham proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Urumuka, di Papua.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge