0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dana Operasional Untuk Kegiatan, Pemkot Tagih Radya Pustaka Rp 50 Juta

Seniman tari Mugiyono Kasido menggelar ritual doa di pelataran depan Museum Radya Pustaka (Timlo.net - Heru)

Solo – Pemkot Solo meminta pengelola Museum Radya Pustaka untuk mengembalikan uang pengelolaan Museum sebesar Rp 50 Juta. Pasalnya uang itu diduga bukan untuk operasional museum. Lantaran uang tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan Suro Bulan Kebudayaan yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

“Kan sudah jelas peruntukannya adalah untuk operasional Museum, kok malah digunakan untuk itu. Jadi ya mau bagaimana lagi, kita minta uang tersebut dikembalikan,” ungkap Penjabat Walikota Solo, Budi Suharto, Sabtu (21/11).

Dia mengatakan tidak mau tahu bagaimana Komite Museum Radya Pustaka mengembalikan uang tersebut. Pemkot berdalih penggunaan anggaran itu adalah murni kesalahan dari pihak pengelola museum.

Pemkot mengancam tidak akan mencairkan uang hibah termin ketiga, selama pihak pengelola belum mengembalikan dana tersebut.

“Saya tidak akan cairkan. Kami sudah bicarakan dengan pihak museum, semoga segera bisa diperbaiki,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Komite Museum Radya Pustaka mengeluhkan belum cairnya dana hibah pengelolaan museum termin ketiga. Hibah senilai Rp 400 juta itu dicairkan dalam tiga termin.

Persentase pencairannya adalah 40 persen (termin pertama), 20 persen (termin kedua) dan 20 persen (termin ketiga). Namun dana termin ketiga yang harusnya cair bulan Oktober lalu belum cair hingga sekarang.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge