0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

36 WNI yang Diduga Bergabung ISIS Tiba di Timur Tengah

timlo.net/achmad khalik

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Kasiwasdakim), Adi Purwanto menunjukkan data sejumlah WNI yang diduga bergabuung dengan kelimpok ISIS di Timur Tengah

Karanganyar — Sebanyak 36 Warga Negara Indonesia (WNI) yang beberapa waktu dikabarkan dideportasi oleh Malaysia diduga kuat justru telah tiba di Timur Tengah. Pihak imigrasi tidak mampu berupaya banyak, pasalnya kelengkapan dokumen yang dimiliki telah sesuai persyaratan.

“Kalau dari informasi yang kami terima, mereka justru telah sampai di Negera Iran,” kata Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Kasiwasdakim), Adi Purwanto saat ditemui wartawan di ruang kerja Kantor Imigrasi, Solo, Jumat (20/11).

Hingga saat ini, pihaknya belum dapat menemukan indikasi keterlibatan mereka dengan kelompok radikal ISIS. Mengingat ranah kerja dari kantor Imigrasi hanya sebatas memberikan paspor kepada masyarakat. Jika mereka telah melakukan pengurusan sesuai syarat administrasi dan lolos tes wawancara maka pihaknya akan mengeluarkan paspor keberangkatan.

“Tak ada alasan buat kami untuk melakukan penahanan paspor jika syarat-syarat dokumen kelengkapan telah memenuhi syarat serta mereka lolos tes wawancara,” terang Adi.

Meski begitu, lanjut Adi, dikhawatirkan mereka menggunakan modus yakni mengurus visa keberangkatan lagi setelah berada di negara tujuan awal. Artinya, dari Indonesia mereka menuju ke Malaysia. Setelah dari Malaysia mereka meneruskan perjalanan lagi ke Timur Tengah. Modus seperti ini, memang susah untuk ditelusuri. Mengingat, negara yang mengeluarkan visa kedua tidak paham betul seluk beluk identitas pemohon visa.

“Modusnya kebanyakan seperti itu. Kalau dari syarat-syarat dokumen sudah sesuai, mau bagaimana lagi. Kecuali, kalau dari pihak imigrasi pusat telah melakukan blacklist terhadap orang tersebut. Baru dapat dilakukan pencekalan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah membuat tim khusus Komunikasi Intelejen Daerah (Kominda) yang beranggotakan dari sejumlah anggota gabungan dari kepolisian, Imigras, Badan Intelejen Negara (BIN) hingga Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPD). Dengan dibentuknya tim tersebut pihaknya berharap dapat saling bertukar informasi terkait keberangkatan seseorang yang diduga bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Kasiwasdakim), Adi Purwanto menunjukkan data sejumlah WNI yang diduga bergabuung dengan kelimpok ISIS di Timur Tengah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge