0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tipu CPNS, Sunardi Harus Kembalikan Uang Rp 2,8 Miliar

Ilustrasi (dok.timlo.net/gg)

Karanganyar — Tim penasehat hukum terdakwa kasus penipuan CPNS, Sunardi, warga Pengin Lor RT 3 RW IX Macanan, Kebakramat mengaku kebingungan jika kliennya harus mengembalikan Rp 2,8 miliar. Pasalnya, kliennya itu hanya menerima Rp 200 juta hasil penipuan 66 orang tersebut.

“Mosok klien saya disuruh mengembalikan Rp 2,8 miliar. Padahal klien saya itu hanya terima Rp 200 juta,” kata Andri, penasehat hukum Sunardi, Kamis (19/11).

Adapun uang milik 66 korban senilai Rp 2,8 miliar, sebagian besar mengalir ke Mulyo Pratomo dan seorang oknum pegawai BKN. Menurut pengakuan Sunardi, Mulyo Praatomo menerima Rp 900 juta sedangkan oknum pegawai BKN menerima Rp 1,2 miliar.

“Ini yang bagi klien kami masih membingungkan. Dia menerima uang jasa dari Sugito Rp 200-an juta. Sedangkan terbanyak diterima oknum pegawai BKN pusat dan Mulyo Pratomo. Lalu klien kami harus mengembalikan uang itu ke siapa? Semoga pada sidang Mulyo, hal ini akan diperjelas,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, kasus dugaan penipuan CPNS dilaporkan ke Satreskrim oleh warga Kwangsan, Jumapolo, Mulyo Pratomo. Seiring bergulirnya kasus ini, penyidik menetapkan pelapor menjadi tersangka baru lantaran terbukti ikut terlibat dalam modus serupa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sunardi, warga Pengin Lor RT 3 RW IX Macanan, Kebakramat,  dijatuhi hukuman 3 tahun 9 bulan oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar. Sunardi terbukti melakukan penipuan berkedok penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebanyak 66 orang menjadi korbannya  dengan nilai kerugian mencapai Rp 2,8 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge