0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gizi Buruk Penyebab Utama Kematian Bayi

timlo.net/nanin

Kegiatan Posyandu

Boyolali — Angka kematian bayi di Kabupaten Boyolali mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini hingga bulan November, angka kematian bayi sebanyak 49 kasus. Sedangkan tahun 2014 lalu, terdapat 147 kasus. Hanya saja, untuk angka kematian ibu melahirkan justru mengalami peningkatan.

“Tahun 2014 ada 14 kasus, tahun ini sudah mencapai 20 kasus,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Boyolali, dr Sherly Jeanne, Kamis (18/11).

Dijelaskan, ada banyak faktor penyebab kematian ibu dan bayi, antara lain faktor lingkungan, pendidikan dan kesejahteraan. Namun secara medis, penyebab utama kematian bayi, disebabkan berat badan bayi saat kelahiran kurang dari 2.500 gram. Serta faktor asfiksia, yakni bayi kesulitan bernafas usai proses persalinan. Hal ini juga dipengaruhi gisi buruk.

“Ibu hamil kalau kekurangan gizi mikro dan makro maka akan berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayi,” tambahnya.

Sementara selain faktor kesehatan, untuk kematian ibu hamil juga disebabkan faktor penanganan persalian. Seperti di Kecamatan Juwangi, selama dua tahun berturut-turut terdapat kasus kematian saat ditangani dukun kelahiran. Satu kasus persalinan yang tidak mendapat pertolongan dan meninggal diperjalanan.

“Kasus kematian ibu hamil paling banyak terjadi di masa nifas dan usia produktif, yakni usia 20 tahun hingga 30 tahun,” ungkapnya.

Sementara dari 19 kecamatan di Boyolali, tingkat kematian ibu tertinggi di Kecamatan Teras sebanyak tiga kasus disusul Kecamatan Karanggede sebanyak dua kasus. Khusus untuk Kecamatan Teras, Ampel, dan Mojosongo yang berada di wilayah perkotaan, kasus kematian ibu dan balita selalu terjadi tiap tahun.

“Ini menjadi perhatian besar bagi kami,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge