0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pembunuhan, Tersangka Tenang Jalani Rekonstruksi

Tersangka kasus pembunuhan jalani rekonstruksi (dok.timlo.net/nanin)

 

Boyolali — Polres Boyolali mengelar reka ulang kasus pembunuhan di sub Terminal Bangak, Banyudono, Kamis (19/11). Reka ulang dilakukan di lokasi kejadian dan mengundang simpati warga terminal.

Tersangka Muhammad Untung (46), warga Pademangan, Jakarta, dengan tenang menjalankan adegan demi adegan. Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka menjalani 29 adegan. Adegan dimulai kedatangan korban, Dodi Mulyanto (28) warga Cangkringan, Banyudono, ke sub Terminal Bangak dalam kondisi mabuk. Korban kemudian menemui tersangka yang sedang mencari botol bekas. Kepada tersangka, korban mengajak minum-minuman keras. Namun ditolak tersangka dengan alasan sudah lama tidak minum-minuman keras. Korban kemudian memukul tersangka dan pergi sambil mencaci maki.

Tidak terima dengan perlakukan korban, tersangka langsung emosi dan mengejar korban serta menusukkan pisau ke dada korban. Korban yang ditusuk dua kali sempat berlari namun kemudian jatuh tersungkur dan tewas ditempat.

“Saya sudah lama tidak minum,” kata Tersangka disela-sela rekonstruksi.

Terkait jalannya rekonstruksi, Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Banyudono AKP Wahidin dan Kanitreskrim Ipda Sriyono, tidak ada hal yang baru. Hasil rekonstruksi sudah sesuai dengan keterangan tersangka. Tujuan rekonstruksi sendiri untuk lebih meyakinkan terjadinya kejadian pembunuhan dengan penganiayaan yang dilakukan tersangka.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana, jo Pasal 338 dan 351 (3) KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujar Kanit Reskrim, Ipda Sriyono.

Di sisi lain, salah satu pengacara tersangka, Muhammad Tri Onggo, mempertanyakan jeratan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Pasal tersebut dinilai tidak pas, pasalnya antara tersangka dengan korban sama sekali belum saling mengenal.

“Mereka belum saling mengenal, sehingga tidak mungkin bila direncanakan,” tuturnya.

Terkait pisau yang dibawa tersangka, hal tersebut dibawa tersangka karena selama ini tidur di musala dan pernah menjadi korban pencurian. Pihaknya akan melakukan pembelaan dalam persidangan.

Sebelumnya, kasus pembunuhan ini terjadi Kamis (5/11), korban ditusuk dua kali oleh tersangka. Lantaran tersinggung dipukul dan dicaci maki korban.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge