0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal Musim Hujan, Petani Cepogo Pilih Tanam Bawang Merah

timlo.net/nanin

Seorang petani di Sukabumi Cepogo sedang menanam bibit bawang merah

Boyolali — Memasuki musim penghujan, petani di Kecamatan Cepogo, mulai mengolah lahan mereka. Mayoritas petani memilih menanam bawang merah. Mengingat awal musim penghujan, air belum berlimpah dan harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya.

“Tanam bawang merah dulu, setelah itu baru tanam sayuran,” ucap Narti, salah satu petani asal Desa Sukabumi, Cepogo, Rabu (18/11).

Untuk memulai menanam bawang merah, petani saat ini mulai mencangkul lahan agar rata, setelah itu dibuat bedengan. Dengan tujuan agar air hujan tidak mengenang. Setelah semuanya siap, bibit bawang merah mulai ditanam. Setelah tiga atau empat hari, baru diberi pupuk kandang.

“Benih sudah saya siapkan sejak sebulan lalu, bibit waktu itu masih Rp 11 ribu perkilogram sekarang sudah mencapai Rp 17 ribu,” tambahnya.

Dari luasan lahan 3.000 meter persegi yang dimilikinya, membutuhkan bibit bawang merah sebanyak dua kuintal. Bila panenan bagus, bisa memperoleh hasil lima kuintal bawang basah. Hasil panen kebanyakan dijual dalam bentuk basah dan semi basah.

“Tahun kemarin harga bawang merah basah mencapai Rp 8 ribu hingga 10 ribu perkilogram, semoga tahun ini lebih tinggi,”sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan Salim, petani lainnya, lahan miliknya seluas 0,5 hektar seluruhnya ditanami bibit bawang merah sebanyak 3,5 kuintal. Namun, Salim mengaku terlambat membeli bibit bawang sehingga harganya sudah mahal.

“Terlambat beli, kalau lebih awal mungkin masih murah,” ujarnya.

Berbeda dengan Narti, Salim lebih memilih menjual bawang merah kering, karena harganya lebih mahal. Tahun lalu, harga bawang merah kering mencapai Rp 18 ribu per kilogram.

“Bawang kering lebih banyak yang mencari, sehingga mudah menjualnya,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge