0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dihadapan Gubernur, KSM Ngudirapi Sentil PNS yang Tak Sadar Lingkungan

timlo.net/aditya wijaya

Ganjar Paranowo saat mengunjungi tempat pengelolaan sampah KSM Ngudirapi Klaten

Klaten — Tidak hanya memperhatikan sektor pertanian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kunjungannya ke Klaten, Rabu (18/11), juga menengok tempat pengolahan sampah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ngudirapi.

“Selama lima tahun berdiri, apa saja kendala dan permasalahan yang dihadapi tempat pengolahan ini. Pasalnya, saya hendak mencari format bagaimana cara mengolah sampah yang benar,” kata Ganjar saat membuka dialog.

Ditanya hal itu, Sekretaris KSM Ngudirapi Agus Musawa mengatakan, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah adalah salah satu permasalahan dihadapi KSM yang terletak di Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara itu.

“Padahal sudah tiga tahun berturut-turut kita sosialisasikan bagaimana memilah sampah organik dan non organik. Namun tidak mempan, bahkan ada PNS dilingkungan ini yang tidak mau memilah sampah itu,” bebernya.

Dijelaskan, pihaknya setiap hari menerima sampah sebanyak 2 ton dari 8 RW di Kelurahan Gergunung. Namun 70 persen diantaranya non organik, khususnya plastik. Sampah non organik yang tidak dapat diolah ini lantas dijual ke pengepul sampah dengan harga Rp 2500 per kilonya.

“Kita berharap adanya mesin pemotong plastik. Sehingga kita bisa mengolah sampah non organik tersebut dengan nilai jual tinggi, seperti diolah untuk pembuatan pot, peralatan rumah tangga, dan tas,” pintanya.

Menanggapi keluhan itu, Ganjar meminta KSM Ngudirapi untuk membuat proposal pengajuan pengadaan mesin pemotong plastik agar dapat mengatasi masalah yang dihadapi selama melakukan proses pengolahan sampah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge