0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jerit Histeris Penumpang Usai Kapal Lepas Jangkar

Kapal Wihan Sejahtera (merdeka.com)

Timlo.net – Pukul 08.00 WIB, aktivitas di Kapal Wihan Sejahtera berjalan seperti biasa. Setelah penumpang serta kendaraan dan barang masuk, jangkar kapal pun diangkat. Peluit dibunyikan tanda mereka bersiap berangkat dari Surabaya, dengan tujuan Pelabuhan Bajo, Nusa Tenggara Barat.

Tak berapa lama, kapal besar itu mulai miring ke kanan. Seluruh penumpang dan awak kapal diminta lekas mengenakan pelampung, dan bersiap menyelamatkan diri. Kapal itu tenggelam.

Lantaran kapal semakin miring, para penumpang terpaksa menyusuri badan kapal, sebelum tiba di perahu penolong.

Yahya, salah satu korban kapal, mengaku saat peristiwa itu terjadi, dia dan beberapa penumpang lain merasakan kapal seperti menabrak sesuatu di dasar laut.

“Kapal terasa seperti terasa menabrak karang. Ada suara benturan dan getaran sangat keras. Kemudian kapalnya miring. Semua penumpang langsung panik,” terang Yahya.

Bakri, penumpang kapal asal Blitar juga memberi kesaksian yang sama.

“Kami merasakan ada benturan keras di bawah kapal. Kemudian kapal mengalami kebocoran di sisi kiri dan miring. Saat semua penumpang panik, ada kapal patroli datang melakukan pertolongan,” terang Bakri.

Meski berhasil mengevakuasi beberapa penumpang kapal, petugas dari Ditpol Air Polda Jawa Timur juga terlihat kesulitan karena banyaknya penumpang yang terseret ombak. Penumpang yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke Rumah Sakit PHC Surabaya.

Kasi Patwalair Ditpolair Polda Jawa Timur, Kompol Aryanto Agus mengatakan, sekitar Pukul 10.00 WIB, anggota Ditpol Air yang tengah melakukan patroli laut menggunakan Kapal Patroli 8 1009, melihat KM Wihan Sejahtera sudah dalam kondisi miring.

“Kami langsung menghubungi semua unit kapal untuk mengarah ke sana dan melakukan evakuasi,” terang Aryanto.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga mulai melakukan penyelidikan terkait kecelakaan Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera pada Senin (16/11). Namun, KNKT belum berani memastikan penyebab tenggelamnya kapal berpenumpang ratusan orang tersebut.

“Karena kami masih memerlukan data serta bukti-bukti yang bisa menjadikan hasil analisa kami nanti,” terang Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT, Capt Aldrin Dalimunte.

Aldrin juga mengatakan, investigasi yang dilakukan pihaknya hari ini cukup baik, meski belum bisa menyampaikan hasilnya.

“Cukup baik. Dan semua dari pada, instansi terkait memberikan koordinasi cukup baik. Jadi kami cukup leluasa melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti,” sambungnya.

Penyelidikan yang dilakukan KNKT terbagi dua tim. Tim pertama bertugas melakukan oleh TKP dan tim kedua bertugas untuk wawancara dengan pihak-pihak kapal.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti. Jadi masih perlu data, masih agak panjang. Di antaranya wawancara, mengumpulkan barang bukti dan olah TKP, serta memerlukan informasi-informasi terkait tenggelamnya kapal,” jelas Aldrin.

Dia juga mengaku, sampai saat ini, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan untuk bisa menyimpulkan penyebab tenggelamnya KM Wihan Sejahtera.

“Belum ke arah sana (kesimpulan). Kita akan rekomendasikan kalau ada sesuatu yang melanggar pelayaran. Prosesnya (penyelidikan) biasanya sampai tiga hingga empat bulan. Semua kegiatan di kapal akan dicatat, semua kita cari, semua barang bukti terkait dengan kapal ini kita cari,” jelas dia.

Menurut Aldrin, penyebab kecelakaan laut cukup bervariasi, mulai dari kelebihan muatan hingga penempatan barang muatan yang tidak sesuai standar penempatan.

“Untuk kasus ini (KM Wihan Sejahtera), kita belum bisa mengatakan apa-apa. Jadi kami menunggu analisa. Terlalu dini kalau kita menyimpulkan dugaan-dugaan itu saat ini,” tandasnya.

Sementara dari informasi yang dihimpun di lapangan, berdasarkan surat persetujuan berlayar yang ditandatangani Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 16 November 2015, jumlah ABK KM Wihan Sejahtera ada 25 orang. Sedangkan jumlah manifest penumpang kapal saat tiba di Surabaya ada 44 penumpang, ditambah 27 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Total 91 orang ada di dalam KM Wihan Sejahtera saat berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pada 16 November lalu. Namun, saat terjadi kecelakaan, ada yang menyebut jumlah penumpang 153, tidak termasuk ABK, dan ada juga yang menyebut 163 ditambah 25 ABK.

Meski demikian, Kementerian Perhubungan menduga penyebab tenggelamnya Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera di Surabaya akibat tidak benarnya pemasangan pengait pada kendaraan yang terdapat di lambung kapal. Namun, Kemenhub meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk investigasi penyebab tenggelamnya kapal.

“Mungkin ada kendaraan yang ada di dalam lambung kapal itu ada kaitannya, biasanya itu dia pakai seling agar pergerakannya mungkin tidak terlalu baik, kalau bergerak keseimbangan kapalnya bisa terganggu,” ujar Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge