0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pilot Tawarkan Janda Diserahkan Pada Maskapai

Pesawat Lion Air (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kasus penawaran pramugari berstatus janda oleh pilot diserahkan kembali kepada maskapai penerbangan Lion Air. Sebab, kelakuan pilot bukan merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

“Kami serahkan ke Lion Air. Sebab itu tak berkaitan dengan pengaturan lalu lintas udara,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Perhubungan, JA Barata, Rabu (18/11).

Menurutnya, kelakuan negatif yang dilakukan pilot selama mengendalikan pesawat adalah kewenangan langsung dari perusahaan penerbangan. Pemerintah hanya bertindak sebagai regulator saja.

“Surat itu dikembalikan untuk pembinaan internal,” tutupnya.

Sementara itu, Lion Air memutuskan untuk menonaktifkan awak pesawat JT 990 rute Surabaya-Denpasar. Perusahaan ini juga telah membentuk tim investigasi guna menelusuri keluhan salah satu penumpang yang ditujukan kepada Ditjen Perhubungan Udara.

“Untuk Co-Pilot (penerbang) yang bertugas pada saat itu telah kami grounded sampai dengan waktu yang tidak ditentukan untuk mempermudah pengumpulan informasi,” ujar Public Relations Manager Andy M Saladin, Rabu (18/11).

Menurut Andy, apabila di kemudian hari terbukti bahwa Co-Pilot tersebut melakukan pelanggaran di luar prosedur atau di luar kepantasan maka akan berikan sanksi.

“Sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” terangnya.

Sebelumnya, pilot maskapai Lion Air dilaporkan menawarkan pramugari berstatus janda kepada para penumpang di dalam pesawat. Terdengar juga suara desahan selama penerbangan pesawat bernomor JT 990 rute Surabaya Denpasar itu.

Laporan itu disampaikan Lambertus Maengkom melalui pengaduan di bandara.web.id, pukul 10.46 WIB pada 15 November 2015. Kejadian itu diakui terjadi sehari sebelum dirinya membuat laporan ke Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan itu.

Dalam laporannya, Lambertus menceritakan, pilot Lion Air itu menawarkan pramugari janda kepada penumpang sebagai kompensasi delay. Sontak, tawaran itu membuat para terkejut. Sebab, tawaran itu disampaikannya melalui pengeras suara (speaker) pesawat.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge