0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Paingan, Ditunggu Warga Selama 45 Tahun

timlo.net/agung widodo

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman menyerahkan tumpeng kepada Kades Tegalrejo, Heru Setyawan saat tasyakuran peresmian Jembatan Paingan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang.

Sragen – Warga di dua desa Kecamatan Gondang sekarang bisa bernafas lega. Pasalnya setelah puluhan tahun mendambakan adanya jembatan sebagai penghubung antara Desa Tunggul dan Desa Tegalrejo, akhirnya terwujud juga. Sebuah jembatan kecil sekarang telah berdiri dan menjadi pembuka jalur transportasi kedua desa tersebut.

“Namanya Jembatan Paingan. Telah lama warga menantikan jembatan ini, sekitar 45 tahun. Baru terealisasi sekarang,” kata Kepala Desa Tegalrejo, Heru Setyawan di sela-sela acara tasyakuran peresmian Jembatan Paingan oleh Bupati Sragen Agus fatchur Rahman, Senin (16/11) sore.

Heru mengungkapkan, sebelumnya di tempat tersebut pernah berdiri jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Jepang. Namun jembatan tersebut runtuh pada tahun 1970. Sejak saat itulah akses antara Desa Tegalrejo dan Desa Tunggul terputus.

“Banyak para politisi dan calon bupati yang berjanji akan membangun jembatan ini. Tapi tidak pernah terealisasi,” ujarnya.

Heru menjelaskan, Jembatan Paingan dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten 2015 dalam program Gerbang Desa sebesar Rp 160 juta. Namun pembangunan jembatan sendiri menelan biaya sebesar Rp 196 juta.

“Sisanya Rp 36 juta hasil urunan swadaya warga dan bantuan dari warga kami yang berada di perantauan,” jelas Heru.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge