0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemasangan APK Pilkada Diprotes Timses Paslon

timlo.net/nanin

Salah satu APK yang dicoret tapi belum diganti oleh KPU

Boyolali — Rapat koordinasi Pilkada, KPU Boyolali dibanjiri protes soal alat peraga kampanye (APK) dari dua pasangan calon. APK yang diprotes terkait pemasangan di lokasi yang tidak strategis dan jumlah APK yang dipasang tidak banyak, sementara Boyolali sangat luas.

“APK banyak dipasang dilokasi yang tidak strategis, kita khawatir akan mempengaruhi jumlah pemilih,” ujar Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Nomor 1, Sarno, Selasa (17/11).

Sarno juga menyinggung terkait branding mobil. Selama ini, timses tidak pernah menginstruksikan kepada relawan dan pendukung untuk melakukan branding mobil. Sehingga bila ada temuan terkait branding mobil, hal itu diluar kewenangannya. Sementara terkait dengan baliho yang dicorat coret, hingga saat ini masih dibiarkan dan belum diganti oleh KPU.

“Mestinya menjelang Pilkada, KPU lebih mengintensifkan pengawasan APK agar partisipasi masyarakat bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris timses paslon dua, Priyanto, mengaku prihatin dengan banyaknya jumlah mobil yang dibranding oleh gambar paslon. Pihaknya menuding Panwaslu bersikap membiarkan tidak melakukan penertiban. Selain itu, netralitas PNS di Boyolali dinilai paling parah secara nasional.

“Kita ada bukti dokumentasi pelanggaran mulai dari APK ilegal hingga branding mobil, nanti akan kita laporkan ke KPU pusat dan Bawaslu,” ujar Priyanto.

Ditemui terpisah, Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, mengatakan soal APK ilegal sudah beberapa kali ditertibkan. Hanya saja, setelah dicopot, sorenya sudah kembali dipasang. Bahkan jumlahnya semakin banyak.

“Nanti kita tertibkan lagi, termasuk melibatkan TNI dan Polri,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge