0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Asusila Mantan Kakanwil DJP Jateng II

Bambang Akui Rekaman Tapi Bantah Perbuatan

timlo.net/achmad khalik

Sidang mantan Kakanwil DJP Jateng II yang diselenggarakan secara tertutup di Pengadilan Negeri Solo

Solo — Sejumlah barang bukti berupa hasil rekaman dari kamera tersembunyi dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Kakanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jateng II, Bambang Is Sutopo di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (16/11). Dalam persidangan yang digelar tertutup itu, terdakwa membantah barang bukti yang dihadirkan oleh korban pelecehan seksual, WL (38) yang juga mantan staf DJP II tersebut.

Usai digelarnya sidang, suami korban, BY (43) mengaku, terdakwa mengakui yang berada dikamera tersebut merupakan dirinya. Namun anehnya, terdakwa tetap bersikeras tidak mengakui kalau dirinya telah melakukan tindakan asusila dengan cara merangkul dan mencium paksa istrinya pada tanggal 22 September 2012 silam.

“Jelas-jelas di rekaman itu, ia (terdakwa-Red) mengaku telah melakukan tindakan asusila. Namun, saat ditanya hakim dia bersikeras tidak mengakui perbuatannya tersebut,” kata BY saat ditemui wartawan, Senin (16/11).

Disinggung pengambilan gambar dalam rekaman video menggunakan kamera tersembunyi itu, BY mengaku usai tindak asusila yang dilakukan mantan atasannya itu dirinya membeli sejumlah alat perekam video. Pembelian ini dilakukaan setelah dirinya berkonsultasi dengan istrinya. Setelah istrinya setuju, akhirnya dia membeli lima perangkat kamera tersembunyi berbentuk polpen, bros, gantungan kunci, kancing baju dan jam tangan. Saat mengambil gambar secara sembunyi diruang kerja terdakwa, korban sengaja mengarahkan pembicaraan saat terjadi tindak asusila tersebut. Dalam pembicaraan yang direkam secara sembunyi-sembunyi itu, terdakwa secara gamblang mengakui tindakan pelecehan yang dilakukan dengan cara mencium bibir korban dan memeluk secara paksa.

“Kita lihat dipersidangan, siapa yang benar dan siapa yang terbukti berbohong,” kata BY.

Sementara, terdakwa saat hendak dikonfirmasi langsung menuju mobil pribadinya. Terdakwa enggan menjawab pertanyaan wartawan dan memilih bungkam.

Kasus pelecehan tersebut bermula, WL melaporkan terdakwa, Bambang Is Sutopo ke Polresta Solo, pada tanggal 1 September 2014 silam. Bambang Is semasa masih menjabat Kakanwil DJP Jateng II diduga telah melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap korban berinisial WR di ruang kerjanya di Jalan MT Haryono, Manahan, Solo. Di tempat tersebut, diduga terjadi pelecehan seksual yang dilakukan Bambang dengan cara memeluk dan mencium paksa terhadap korban.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge