0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Sumur Garam Mangkrak

timlo.net/nanin

Sumur asin di Desa Ngaglik, Sambi, dibiarkan mangkrak

Boyolali — Dua sumur garam di Desa Ngaglik, Sambi, saat ini dibiarkan mangkrak lantaran tidak adanya penerus pembuatan garam krasak. Sumur garam ini sendiri pernah menjadi penopang perekomonomian warga di era tahun 1964 lalu.

“Dulu berkembang, tapi sejak sesepuh meninggal dan tidak ada penerusnya akhirnya dibiarkan sampai sekarang,” kata Ketua BPD Ngaglik, Naryanto, Minggu (15/11).

Menurut Naryanto, pihak desa sudah mengusulkan ke pemkab untuk memanfaatkan kembali sumur garam. Namun hingga kini belum ada respon. Selain itu, satu tahun lalu, pihak UGM juga sempat mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Pihaknya berharap ada investor yang mau kembali mengelola sumur garam.

“Masih ada dua sumur yang masih aktif, lainnya ya cuma sumber-sumber kecil saja,” terangnya.

Keberadaan sumur garam ini sendiri, mulai tidak dikelola sejak 15 tahun lalu. Sumur garam pertama kali dikelola tahun 1964-1965, saat itu, warga memanfaatkan sumur dengan membuat garam krosok di lokasi. Dengan menggunakan bilah-bilah bambu, air sumur yang mengandung garam ditaruh dan dipanaskan. Biasanya, akan dipanen setiap satu minggu sekali.

“Tapi sejak ada garam beryodium, garam krosok ini hanya digunakan untuk minum ternak sapi,” lanjutnya.

Pihaknya berharap ada investor yang mau mengelola sumur garam. Namun bila nanti tidak ada yang berminat, lokasi sumur garam akan dibangun embung.

“Sayang juga kalau sumur garam hilang, nanti kita juga bakal kehilangan sejarah,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge