0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prancis Berkabung, Kantor Perwakilan Tutup Tiga Hari

merdeka.com

Corinne De Breuze

Timlo.net – Presiden Prancis, Francois Hollande, menyatakan negaranya menggelar masa berkabung nasional selama tiga hari. Peringatan ini untuk mengenang 120 korban tewas serangan teror beruntun di Ibu Kota Paris, tadi malam.

“Hari ini Presiden Francois Hollande mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Menyikapi edaran itu, Kedutaan Prancis dan segala instansi resmi perwakilan Prancis di Indonesia akan libur selama tiga hari ke depan,” kata Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corinne De Breuze, Sabtu (14/11).

Dubes De Breuze berterima kasih setelah publik Indonesia berbondong-bondong mengucapkan belasungkawa dan dukungan kepada warga Paris yang sedang berduka akibat teror keji tersebut. Dukungan moril itu menurutnya muncul dari pelbagai saluran, termasuk jejaring sosial.

Dia sekaligus mengapresisasi kesigapan Kepolisian RI yang menambah jumlah personil mengamankan Kedubes Prancis di Jakarta.

“Dapat anda lihat sendiri di depan kedutaan maupun Institute Francais Jakarta dan Bali, telah terdapat tambahan tenaga pengamanan dari Kepolisian Indonesia. Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini,” ujarnya,

Tambahan personil menjaga Kedutaan Prancis sebelumnya sudah diumumkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Selain pengamanan bangunan perwakilan negara asing, Polri menegaskan akan meningkatkan pengamanan para diplomat asing yang berada di Tanah Air.

“Pengamanan kedutaan-kedutaan yang ada di Indonesia lebih ditingkatkan. Di kedutaan kita lakukan pengamanan tertutup maupun terbuka. Tambahan personel pengamanan di internal tidak ada hanya di luar kita lakukan,” ujar Badrodin.

Presiden Hollande menggelar jumpa pers di Istana Elycee, pagi ini waktu setempat, mengumumkan bahwa Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) bertanggung jawab atas serangan di Paris.

“Kejahatan keji tadi malam dilakukan oleh pasukan jihadis ISIS untuk melawan Prancis,” ujarnya seperti dilansir AFP.

“Kejahatan ini dirancang dan dikendalikan dari luar negeri,” imbuh Hollande. Presiden Prancis mengatakan akan melawan organisasi manapun yang berani menyerang Tanah Air mereka.

Tujuh serangan teror di lokasi berbeda, termasuk bom bunuh diri di stadion serta penembakan gedung konser Bataclan, menewaskan 120 orang. Jumlah korban tewas sebelumnya disebut mencapai 158, satu jam lalu direvisi oleh otoritas keamanan Prancis.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge