0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Potong Honor RT, Kades Dilaporkan Bupati

Kantor Pemkab Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sejumlah warga Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong mengadukan kepala desa mereka ke Bupati Sragen. Pasalnya sang kepala desa yang bernama Ngadiyanto telah melakukan tindakan semena-mena dan tidak pernah berkoordinasi dengan lembaga desa setempat. Salah satunya dia melakukan pemotongan terhadap dana operasional RT sebesar Rp 50 ribu setiap RT tanpa musyawarah terlebih dahulu.

“Kades Purworejo ini sudah melebihi batas. Dia melakukan pemotongan honor RT Rp 50 ribu tanpa pemberitahuan. Pengelolaan ADD (Alokasi Dana Desa, Red) ditangani sendiri. Masih banyak lagi,” kata salah satu Bayan Desa Purworejo yang enggan disebut namnya, usai menemui Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, kemarin.

Menurut dia, setiap triwulan dana operasional Ketua RT di Desa Purworejo dipotong oleh Ngadiyanto sebesar Rp 50 ribu, sehingga ketua RT hanya menerima Rp 400 ribu dari yang seharusnya sebesar Rp 450 ribu. Selain itu Kades juga diduga melakukan pencurian listrik yang digunakan untuk Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Diduga ada pencurian arus listrik di Pamsimas. Padahal setiap bulan warga juga ditarik iuran untuk bayar listrik. Terus ke mana ung tersebut?” katanya.

Pada saat melapor ke Bupati Agus, bayan Purworejo itu juga didampingi oleh beberapa perangkat desa dan mantan Kades Purworejo. Selain diterima bupati, mereka juga ditemui Kepala Bappeda Sragen, Simon Nugroho.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kades Purworejo, Ngadiyanto mengatakan, laporan kepada bupti tersebut penuh dengan muatan politis. Namun dia sendiri enggan berkomentar lebih jauh soal pemotongan honor para ketua RT.

“Saya tidak akan menanggapi karena berita itu sarat kepentingan politik,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge