0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Utang, Tukang Servis HP Jual Uang Palsu

merdeka.com

Percetakaan uang palsu

Timlo.net — Menjelang pelaksanaan pilkada, peredaran uang palsu harus diwaspadai. Uang palsu itu dicetak oleh Doni di Pekalongan kemudian dibawa ke Depok untuk diedarkan ke Depok dan Jakarta. Setelah uang dicetak, Doni menyerahkan pada Ahmad untuk dijual lagi pada pembeli di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Keahlian membuat uang palsu didapat secara otodidak. Dia hanya mempelajari dari internet selama dua minggu. Uang yang dibuatnya nyaris sama dengan uang asli. Bahkan jika disensor dengan alat pendeteksi pun uang itu memiliki hologram dan benang air. Para pelaku nekat menjual uang palsu guna menutupi utangnya kepada rentenir.

“Tapi kalau dihitung pakai alat penghitung di bank baru ketahuan karena nomor serinya sama,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono, Kamis (12/11).

Untuk menghasilkan uang palsu sebanyak Rp 30 juta, Doni hanya perlu modal Rp 5 juta. Doni sudah empat kali transaksi melalui Ahmad yang bertugas menjual uang pada pelanggan. Pertama Rp 30 juta, kedua Rp 15 juta, ketiga Rp 20 juta dan keempat Rp 20 juta. Doni dah Ahmad dijerat pasal 244 dan 245 KUHP dan pasal 26 ayat 3 junto pasal 36 ayat 3 Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang uang palsu dengan ancaman 15 tahun penjara.

Doni, mengaku setiap kali mencetak bisa menghasilkan Rp 20-30 juta uang palsu. Sistemnya duit ini dijual setengah dari uang palsu. Di depan petugas dia mengaku mencetak uang palsu untuk membayar utang.

“Saya terlibat utang rentenir dan bunganya besar. Gaji saya jadi tukang servis handphone enggak cukup,” akunya.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge