0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Penyimpangan Anggaran Ditindak Tegas

Kasi Intel Kejari Solo, M Rosyidin (kiri) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo tidak akan segan melakukan tindak represif jika ditemukan unsur penyimpangan dalam penyerapan anggaran. Terlebih, setelah beberapa waktu lalu pihak Kejari membentuk Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang berfungsi sebagai pendampingan.

“Siapa saja yang melakukan penyimpangan akan ditindak represif,” kata Kasi Intel Kejari Solo, M Rosyidin, saat berbincang dengan Timlo.net, Kamis (12/11) siang.

Disinggung stigma negatif yang timbul terkait dibentuknya Tim TP4D tersebut, Rosyid mengaku, semua pihak harusnya berangkat dari pemikiran positif. Jika telah dilandasi stigma negatif, maka kinerja dari tim yang baru dibentuk itupun tak akn maksimal.

“Memang semua bisa terjadi, bahkan saat pendampingan yang dilakukan oleh Tim TP4D. Namun, kami berharap semua pihak berangkat dan berpikiran jernih terlebih dahulu. Jika memang ditemukan pelanggaran yang dilakukukan oleh tim maka kami akan menindaknya secara tegas,” tegas Rosyid yang juga Ketua Tim TP4D tersebut.

Pendampingan yang akan dilakukan oleh Tim TP4D, kata Rosyid, diharapkan mampu membuat serapan anggaran 2016 mendatang dapat berjalan maksimal. Sesuai instruksi dari pusat supaya perangkat Pemerintah Kota/ Pemerintah Daerah tidak ragu-ragu dalam mencairkan anggaran untuk membangun wilayah mereka.

“Bentuk pendampinganya bisa saat penandatanganan MoU atau terhadap pihak ketiga maupun pemerintah kota,” jelas Rosyid.

Sebelumnya, Kajari Solo Didik Djoko Ady Poerwoko melantik 23 orang tim TP4D untuk pendampingan dan sosialisasi perangkat Pemkot dalam membantu serapan anggaran di aula kejari Senin (2/11) lalu. Dalam sambutannya, Kajari mengatakan, selama ini cara represif dinilai menghambat serapan anggaran APBD.

Dengan pelantikan TP4D, mereka ditekankan untuk memberikan langkah preventif yang diwujudkan dengan pendampingan. Pasalnya, penyerapan anggaran tahun 2015 hanya 28 persen. Namun untuk tahun depan, penyerapan anggaran diharapkan mulai meningkat sampai sekitar 60 persen.

“Tim kejaksaan siap dampingi dari awal hingga akhir,” tuturnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge