0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pelecehan Seksual, Mantan Kakanwil Pajak Menyangkal

Terdakwa, Bambang Is Sutopo bergegas memasuki mobil yang terparkir di halaman PN Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terdakwa kasus pelecehan yang juga mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jateng II, Bambang Is Sutopo menyangkal seluruh kesaksian dari korban, WL, dalam sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan penuturan dari sejumlah saksi. Menurutnya, apa yang dikatakan korban tidak benar.

“Dia menyangkal seluruh kesaksian yang dipaparkan dari sejumlah saksi,” kata WL, saat ditemui wartawan usai sidang digelar pada Rabu (12/11).

Perempuan yang dulu juga merupakan mantan staf DJP Jateng II tersebut mengaku, terdakwa bersikeras bahwa apa yang dilakukan terhadap dirinya yakni dengan cara memeluk dan mencium secara paksa tidak benar adanya. Disamping itu, terdakwa di hadapan majelis hakim juga sempat menantang untuk menunjukkan barang bukti.

Sementara, saksi lain yang juga suami korban, BY mengaku usai kejadian tersebut istrinya justru dipandang negatif oleh rekan kerja di kantor pajak. Padahal, pihaknya hanya ingin mencari kebenaran dan menguak fakta yang sebenarnya.

“Dampak mencari keadilan ini sangat besar kami rasakan. Di kalangan internal kami, istri saya dianggap negatif. Padahal, kejadian ini kami yakin benar adanya,” ungkap BY.

Usai persidangan, terdakwa langsung menuju kendaraan yang terparkir di halaman PN Solo. Terdakwa beserta penasehat hukumnya enggan meladeni pertanyaan wartawan hingga masuk ke dalam mobil Nissan X-Trail AB 1200 RA.

Kasus pelecehan tersebut bermula, WL melaporkan terdakwa, Bambang Is Sutopo ke Polresta Solo, pada tanggal 1 September 2014 silam. Bambang Is semasa masih menjabat Kakanwil DJP Jateng II diduga telah melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap korban beribisial WR di ruang kerjanya di Jalan MT Haryono, Manahan, Solo. Di tempat tersebut, diduga terjadi pelecehan seksual yang dilakukan Bambang dengan cara memeluk dan mencium paksa terhadap korban.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge