0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gubernur Ganjar Minta Penyuluh Kehutanan Jujur

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Karanganyar — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyindir sejumlah penyuluh dari luar Pulau Jawa yang diduga menikmati hasil pembakaran lahan dan pencurian kayu. Ganjar meminta seluruh penyuluh kehutanan bertobat. Dia berharap ikrar yang diucapkan bukan pura-pura. Ganjar menyadari kayu itu komoditas ‘manis’ dan ‘enak’.

“Kayu di Kalimantan dan Sumatera itu rasanya enak ya? Hanya orang-orang yang punya integritas yang berani mengaku. Kalau setelah ini, penyuluh yang mengaku tadi dipecat, silakan temui saya. Saya beri pekerjaan. Saya lindungi,” jelas Gubernur Ganjar dalam Jambore Nasional Penyuluh Kehutanan Dan Unjuk Karya Inovatif 2015 dengan tema “Penyuluh Berkiprah Membawa Berkah” di Lapangan Desa Bener, Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (11/11).

Ganjar mengatakan, komoditas kayu memang sangat menggiurkan selain itu iming-iming dari pengolahan kelapa sawit untuk membakar hutan dengan imbalan tertentu juga menjadi kendala dalam pengendalian kebakaran hutan di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar bertanya kepada penyuluh kehutanan dari Kalimantan dan Sumatera. Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu meminta para penyuluh hutan jujur dalam menjawab saat ditanya sebab kebakaran lahan di Kalimantan dan Sumatera.

Penyuluh kehutanan dari Kalimantan, Arif Suwondo, menuturkan kebakaran lahan di Kalimantan karena sengaja atau pembukaan lahan sawit. Dia mengatakan secara tegas bahwa perusahaan tertentu membakar lahan itu. Namun, perusahaan tersebut meminta bantuan dari masyarakat untuk membakar. Hal senada disampaikan penyuluh kehutanan dari Provinsi Riau, Azwar Hamid.

“Hutan tak akan terbakar, itu dibakar. Pengaruh nilai ekonomi untuk konglomerat. Untuk kebun sawit. Masyarakat miskin yang bakar karena kebutuhan. Kami harap ada penindakan hukum secara tegas dan tuntas. Kami siap memelototi praktik pembalakan hutan,” tutur Azwar saat berbincang dengan Ganjar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge