0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Musim Hujan, 94 Desa di Klaten Terancam Banjir

Banjir melanda salah satu desa di Kabupaten Klaten (dok.timlo.net/red)

Klaten —¬†Setelah dilanda kekeringan, sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten giliran diintai ancaman bencana pada musim penghujan. Hal itu berdasarkan pemetaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

“Berdasarkan pemetaan, ancaman pada musim hujan diantaranya, tanah longsor, banjir, banjir lahar dingin, dan puting beliung. Belum lagi ditambah panjangnya El Nino yang menyebabkan cuaca cukup ekstrim,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten Bambang Sujarwo, Rabu (11/9).

Informasi dilansir dari BPBD Klaten, bencana banjir mengintai sekitar 11 ribu warga di 94 desa yang tersebar di 11 kecamatan, yaitu Cawas, Bayat, Ceper, Gantiwarno, Prambanan, Karangdowo, Jogonalan, Kalikotes, Pedan, Trucuk, dan Wedi.

Puluhan desa itu berada di daerah aliran sungai (DAS) dari Bengawan Solo, Sungai Dengkeng (anak Bengawan Solo), dan anak Sungai Dengkeng di Klaten. Adapun cakupan desa yang paling luas terancam banjir adalah Kecamatan Cawas dengan jumlah 19 desa.

“Untuk mengantisipasinya, kami berencana mendirikan sejumlah posko siaga bencana di sejumlah kecamatan yang termasuk dalam zona rawan selama musim hujan,” kata Bambang

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge