0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hardabantala, Veteran Seangkatan Brigjen Slamet Riyadi

Hardabantala, veteran perang kemerdekaan (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Diantara tamu yang hadir dalam acara upacara peringatan Hari Pahlawan di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (10/11) pagi, adalah Hardabantala. Dia adalah veteran perang kemerdekaan, kelahiran tanggal 17 Agustus 1926.

“Waktu perang dulu, saya pernah tertembak hingga tiga kali,” ujar Hardabantala sambil menunjukkan bekas luka tembak di lengan dan pahanya saat berbincang-bincang dengan wartawan seusai acara upacara.

Ia mengaku bergabung menjadi tentara sejak usia 18 tahun, seangkatan dengan pahlawan Brigjen Slamet Riyadi. Sejak bergabung tentara menjadi pasukan tempur Diponegoro hingga pensiun.

“Saya pernah ikut perang Agresi Belanda I, Agresi Belanda II, penumpasan PKI Madiun, dan sebagainya,” ungkapnya sambil menunjukkan tanda jasa yang tersemat di dadanya.

Hardabantala yang sekarang bertempat tinggal di Citropuran RT 1/6 Serengan, Solo, mengaku sangat terkesan kata-kata Slamet Riyadi yang menandaskan jangan bangga disebut sebagai pahlawan, laksanakan tugas pengabdian dengan penuh jiwa pahlawan.

“Tapi sekarang, saya prihatin banyak orang ingin diperhatikan bagai dan disebut pahlawan,” ungkap Hardabantala yang memiliki 7 anak, 20 cucu dan 5 buyut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge