0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Buwas Sebut Sindikat Narkoba Susupi BNN, Polisi, hingga TNI

merdeka.com

Budi Waseso di Medan

Timlo.net — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, menyampaikan kekhawatirannya mengenai kondisi peredaran narkoba saat ini. Budi juga memaparkan, Indonesia saat ini sudah darurat narkoba.

Bahkan Budi mengakui, banyak orang yang sudah terlibat dengan sindikat barang haram itu. Baik di lembaganya hingga TNI.

“Di BNN ada, di polisi ada, di TNI juga ada,” kata Budi saat berpidato dalam sarasehan di Mapolresta Medan, Selasa (10/11).

Budi menilai ada kepentingan asing ingin menghancurkan Indonesia terkait penyelundupan narkoba ini. Alasannya, ada pihak-pihak yang diduga membiarkan narkoba dalam jumlah besar masuk ke Indonesia.

“Kita tahu narkoba ini paling banyak dari China, Taiwan, Nigeria, ada juga Iran. Dari sana terlihat adanya kepentingan negara luar yang menginginkan kehancuran Indonesia. Kenapa? Karena mereka mengekspor ke sini, di sini tujuannya. Ini yang nanti harus didalami Lemhanas, TNI, dan dari BIN,” sambung Budi.

Budi menambahkan, sebagian kecil pengiriman narkoba itu sudah mereka kuntit. Namun, sebagian besar masih menunggu kelengahan aparat Indonesia buat masuk dari pelabuhan-pelabuhan kecil. Menurut dia, ada ratusan ton narkoba menunggu diselundupkan ke negeri ini.

“Kita sudah kirim anggota ke Tiongkok dan Taiwan. Kita tahu ada ratusan ton narkoba yang dikapalkan ke wilayah ini,” lanjut Budi.

Kondisi ini menurut dia sangat mengkhawatirkan. Sebab narkoba membuat kerusakan permanen pada orang yang terkena. Para pengedar pun akan terus mencari generasi baru pengguna narkoba.

Mantan Kabareskrim ini mengatakan, guna mengatasi peredaran narkoba, semua elemen masyarakat harus saling membantu.

“Bukan hanya penindakan, kita juga harus melakukan pencegahan,” ucap Budi.

Sarasehan ditutup dengan pemusnahan sejumlah barang bukti narkoba yang disita Polresta Medan pada tahun ini. Pemusnahan dilakukan langsung oleh Budi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino, Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, dan sejumlah pejabat lainnya. Mereka turut memblender sabu-sabu dan pil ekstasi sebelum memasukkannya ke dalam air panas.

Berdasarkan data yang diberikan, narkoba dimusnahkan terdiri dari satu ton ganja, 22 ribu butir pil ekstasi, 13 kilogram sabu, 4,5 kilogram bahan pembuat sabu. Narkoba itu merupakan bagian dari barang bukti dari 1.031 kasus narkoba yang diungkap jajaran Polresta Medan.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge