0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Wonogiri Darurat Kekerasan Seksual

Wonogiri Darurat Kekerasan Seksual (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Menyusul maraknya kasus tindak kekerasan seksual dan pencabulan terhadap anak dan perempuan di daerahnya, jajaran Polri bekerjasama dengan sekolah-sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, mendeklarasikan gerakan anti kekerasan seksual bersama. Pasalnya, selama ini, baik pelaku maupun korban kebanyakan masih berstatus pelajar.

“Aksi deklarasi ini kami tandai dengan menggelar apel siaga, sekaligus pemasangan spanduk berisikan ajakan pencegahan kekerasan seksual pada anak di 44 titik yang ada di Kecamatan Girimarto ini,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean melalui Kapolsek Girimarto AKP Sumitro

Menurut AKP Sumitro, gerakan yang dilakukan bersama Kepala UPT Disdik kecamatan itu merupakan tindak lanjut perintah Kapolres Wonogiri agar jajaran Polsek itu menekan angka kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.

“Terlebih lagi Kabupaten Wonogiri saat ini masuk kategori daerah darurat kekerasan seksual. Mungkin di wilayah Jawa Tengah ranking kita paling banyak atau teratas,” jelasnya.

Diakui, kasus pencabulan atau kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Girimarto tergolong menonjol di Wonogiri. Sehingga, deklarasi yang dilakukan Kapolsek dan Kepala Disdik Girimarto  merupakan yang perdana.

Camat Girimarto Suparmo dan Kepala UPT Disdik Girimarto Karman mendukung aksi ini. Bahkan, 44 kepsek (33 SD, 7 TK, 3 SMP dan 1 SMA) ikut aktif dalam deklarasi. Menurut Karman, maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayahnya. Pasalnya hampir 25 hingga 30 persen para anak itu ditinggal orang tua ‘boro’ atau merantau di kota besar.

“Mereka tinggal di desa bersama kakek-nenek sehingga kurang perhatian,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge