0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pesawat Carter AS Dipaksa Mendarat Karena Langgar Wilayah

merdeka.com

Pesawat AS dipaksa mendarat TNI AU

Timlo.net — TNI Angkatan Udara menghentikan pesawat Cirrus Fixed Wing Single Engine yang memasuki wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa ijin, Senin (9/11). Pesawat milik Amerika Serikat (AS) tersebut dikejar oleh dua pesawat Sukhoi dari Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanudin Makassar.

“Setelah melaksanakan seluruh prosedur penanganan pesawat asing tanpa ijin ini tidak mengindahkan untuk mendarat di Bandara Juwata Tarakan. Pada ground telah bersiap pasukan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) Lanud Tarakan bersenjata lengkap dan sesaat setelah dipaksa mendarat, pasukan Hanlan Lanud Tarakan langsung membentuk formasi melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan sesuai prosedur,” Komadan Lanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea, Senin (9/11).

Menurut Tiopan, pesawat AS sedang melaksanakan Penerbangan Private Flight di Filipina menuju Singapura. Pesawat yang dipiloti Letkol James Patrick Murphy itu tidak memiliki ijin administrasi baik MFA ( Ministry Of Foreign Affair) dari Kementrian Luar Negeri, INDF (Indonesia National Defence Force) dari Mabes TNI dan MOT (Ministry Of Transportasion) dari Kementrian Udara.

“Hingga saat ini pilot pesawat Cirrus Fixed Wing Single Engine dengan Nomor N-90676 yang Letkol James Patrick Murphy masih melaksanakan pemeriksaan secara mendalam oleh pihak TNI Angkatan Udara Lanud Tarakan dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Kota Tarakan,” kata dia.

Sementara pada kesempatan berbeda, Letkol James Patrick Murphy mengatakan misi penerbangan ini adalah Private Flight Charter. Pesawat tersebut berkapasitas maksimal 1 penumpang.

“Pesawat berangkat tanggal 08 November dari Honolulu (Hawai)- Tarawah (Kiribara Island), selanjutnya pada tanggal 09 November melanjutkan perjalanan dari Tarawah (Kiribata Island)-YAT (Micronesia Island) dan mendarat di Bandara Changi Singapura lewat wilayah udara Filipina Mindanao dan Serawak Malaysia,” ujar Letkol James Patrick Murphy.

Namun selepas Wilayah Udara Mindanao Filipina penerbang membawa pesawat memotong wilayah udara Ambalat Kalimantan Utara dan hendak melintasi Kalimantan menuju Serawak dan Singapura.

Menurut James, dia terpaksa memasuki wilayah udara Indonesia adalah menghindari cuaca buruk, dan agen dari Honolulu Jet Company memberikan nomor perijinan yang ternyata tidak termasuk melintasi wilayah udara FIR Indonesia, tetapi hanya ijin melintasi FIR Filipina, Singapura, dan Malaysia.

[ren]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge