0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Korupsi Kasda Sragen akan Dilaporkan ke KPK

Bupati Sragen, Agus Fachtur Rahman (timlo.net/agung widodo)

Solo — Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) menilai penanganan kasus dugaan korupsi Kas Daerah (Kasda) Pemkab Sragen senilai Rp 11,7 miliar dinilai belum tuntas. Dalam waktu dekat ini, KP2KKN akan melaporkan kembali kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng bahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pelaporan kembali ini dimaksudkan, supaya perkara tersebut tidak mandek di tengah jalan,” kata Sekretaris KP2KKN, Eko Haryanto saat dihubungi wartawan, Senin (9/11).

Perkara yang semula ditangani Kejakti itu, kata Eko, sempat menyeret nama mantan Bupati Sragen Untung Wiyono, Mantan Sekda Koeshardjono, Kepala DPPKAD Sragen Sri Wahyuni dan masih banyak yang lain. Namun saat itu, Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman yang disebut-sebut oleh KP2KKN diduga juga  menerima aliran dana, namun tidak tersentuh hukum.

“Bahan-bahan dan data hasil putusan pengadilan sudah ada di kantor yang nantinya untuk pelengkap laporan,” kata Eko.

Disinggung keterlibatan Agus Fatchur Rahman, Eko mengaku, pihaknya telah memiliki sejumlah bukti dan keterangan dari saksi terkait aliran dana yang dikucurkan melalui BPR Joko Tingkir ke beberapa pejabat di Pemkab Sragen. Bukti dan keterangan yang didapat dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Srgen tersebut, lanjut Eko, dikumpulkan dan dikaji serta ditelaah untuk diajukan ke Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng atau ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Paling cepat seminggu lagi, perkara dugaan korupsi penggunaan dana Kasda Pemkab Sragen tersebut akan saya laporkan,” jelas Eko.

Menurut Eko, pencairan dana itu tidak jelas peruntukannya dan sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dan KP2KKN telah melaporkan kasus dugaan korupsi dana Kasda Rp 11,7 miliar ke Kejakti. Pihak KP2KKN menemukan tiga kuitansi bertanda tangan penerima, Agus Fachtur Rahman yang diduga turut menikmati Kasda sewaktu menjabat Wakil Bupati Sragen 2005-2010. Tiga kuitansi tersebut di antaranya diterima Agus Fatchur Rahman pada Oktober 2002 sekitar Rp 50 juta. Pada Februari 2003 menerima Rp 25 juta dan pada Mei 2003 Agus kembali menerima Rp 50 juta. Sedangkan yang terlacak melalui rekap data pengeluaran BPR Djoko Tingkir mencapai Rp 376.500.000.

Adapun Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman seperti yang diberitakan media sebelumnya menyatakan, tidak akan terpengaruh soal laporan yang menyudutkan dirinya. Saat ini pihaknya mengaku memilih fokus untuk membangunan Sragen ke arah yang lebih baik.

“Kalau memang kejaksaan tinggi memanggil saya, saya sendiri siap untuk diperiksa dan dimintai keterangan apapun. Namun saat ini saya sendiri akan memilih fokus memikirkan Sragen,” tandas Bupati Agus kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge