0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dishubkominfo Karanganyar Pelajari Transportasi Bandung

Dishubkominfo Karanganyar Pelajari Transportasi Publik dan Kehumasan Di Kota Bandung ()

Karanganyar — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar mempelajari pembangunan transportasi publik dan aspek kehumasan dalam kunjungannya ke Pemerintah Kota Bandung , Kamis (5/11).  Beberapa kesimpulan penting didapatkan guna mendukung keberhasilan pengelolaan perkotaan. Diantaranya komitmen pemerintah menerapkan prinsip pilar pilar yang mempunyai fungsi dan peranan berbeda.

“Pembangunan di Bandung didasari 4 pilar. Yaitu pemerintah, masyarakat, swasta dan media. Masing-masing memiliki andil secara proporsional,” ujar Kepala Kominfo, Aos Wijaya Akhmad Bintang di hadapan rombongan media trip di kompleks Balaikota Bandung, Kamis (5/11).

Keempat pilar tersebut terus diseriusi pemerintahan yang dipimpin Walikota Ridwan Kamil sejak 2013. Dari prinsip empat pilar itu, Kota Bandung menuju titik keberhasilannya di semua lini termasuk mengatasi problem utama perkotaan, yakni kemacetan, banjir, PKL dan sampah.Terkait problem kemacetan, Kota Bandung berpenduduk 2,8 juta jiwa mulai beralih pada moda transportasi publik off street dengan tetap membina angkutan umum perkotaan.

“Beroperasi 5.521 angkot di 38 trayek, lalu 2 ribu unit taksi dengan 556 diantaranya berizin provinsi. Sedangkan AKDP dan AKAP hampir 3 ribu unit. Ke depan tengah digarap Bandung SkyBridge,” imbuh Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yayan Heryana.

Pembangunan kereta gantung ini merupakan cara solutif melayani kebutuhan mobilitas tanpa perlu mengurangi hak pengguna jalan raya. Sejauh ini, kemacetan tetap menjadi momok meski Pemkot telah mencoba menguranginya dengan mengoperasikan 20 unit bus sekolah di beberapa koridor.

Terkait bidang kehumasan, Kabid Humas dan Peliputan Kota Bandung Lim Dewi Mulyani mengatakan, Pemkot berupaya membina kemitraan mutual dengan media. Satu diantaranya menyiapkan anggaran kerjasama advetorial maupun program sosialisasi bernilai Rp 3,6 miliar pada tahun ini.

“Di Kota Bandung terdapat 120 media, 63 radio, delapan TV lokal, 11 TV nasional dan masih banyak lagi. Kami berusaha membagi kue-kue pembangunan itu sesuai proporsional,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge