0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karanganyar Lirik Kecanggihan Bandung Command Center

Bandung Command Center ()

Karanganyar — Kecanggihan teknologi yang dimiliki Bandung Command Center yang mampu mengendalikan dan mengawasi Kota Bandung di dalam satu ruangan memang membuat kagum. Segala penjuru kota bisa dilihat dari ruangan ini. Ke depan Kabupaten Karanganyar bakal mengaplikasikan hal serupa untuk pengendalian pemerintahan.

“Semua bisa dilihat dan dikendalikan dari ruangan ini, mulai dari pengawasan kota melalui puluhan kamera Closed Circuit Televison (CCTV) yang dipasang di berbagai sudut Kota Bandung, hingga laporan keuangan antar Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) semuanya bisa ditampilkan di ruangan ini dengan cepat,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung, Aos Wijaya Ahmad, Kamis (5/11).

Bahkan monitoring  pendataan penduduk juga bisa ditampilkan dalam hitungan detik saja. Tidak hanya itu saja, di ruangan tersebut juga bisa mengawasi lokasi kendaraan-kendaraan khusus dan kendaraan dinas yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung.  Semua laporan yang diinginkan bakal tersaji dalam hitungan detik saja.

“Berkat aplikasi tersebutwarga bisa melihat laporan apapun dengan cepat. Selain itu pengawasan di berbagai sudut kota juga bisa maksimal, bahkan jika ada indikasi laporan keuangan SKPD yang tidak jelas, bisa diketahui dan diperbaiki sejak dini,” kata Aos Wijaya Ahmad.

Aos menambahkan saat ini ada 325 aplikasi serta tambahan 40 aplikasi baru di setiap SKPD yang ada, ke depan pihaknya akan menambahkan aplikasi baru agar pengawasan dan pengendalian kota ini bisa lebih maksimal dan menyasar hingga berbagai aspek. Ia menjelaskan biaya untuk membangun Bandung Command Center itu kata dia tidaklah sedikit.

“Butuh dana hingga miliaran rupiah untuk mengimplementasikan hal serupa. Selain itu kerjasama dengan institusi lain dan pemerintah pusat juga penting dalam membangun teknologi canggih tersebut,” jelas Aos.

Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, mengaku sangat tertarik dengan apa yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung tersebut. Untuk tahap awal studi banding sudah dilakukan dan tidak hanya sekali saja. Sebelumnya Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, juga melakukan hal serupa.

Setelah studi banding, kata Agus, tahapan selanjutnya adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun aplikasi tersebut. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan universitas terkemuka untuk membuat aplikasi serupa. Hanya saja  biaya yang dibutuhkan terlalu besar dan saat ini Karanganyar belum memiliki dana sebanyak itu.

“Kita serius untuk hal itu, ke depan akan kita upayakan dana agar bisa membangun hal yang sama,” ucapnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge