0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RI Harus Tingkatkan Jumlah Pekerja Berpendidikan Tinggi

()

Solo — Untuk berubah dari ekonomi pendapatan menengah rendah menjadi ekonomoi menengah tinggi dan selanjutnya menjadi ekonomi pendapatan tinggi, dalam tiga dekade ke depan Indonesia harus membangun industri yang lebih padat teknologi.

Demikian tandas Anggota Komisi Ilmi Sosial Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Prof Dr Sofian Effendi saat berbicara Penyusunan White Paper Perkembangan Jangka Panjang IPTEK-DIKTI Indonesia 2010 – 2045, di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (9/11).

“Sehingga terjadi proses nilai tambah di dalam negeri yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Untuk merealisasikan tujuan nasional tersebut, kata Sofian, perlu dipersiapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan tenaga kerja berpendidikan tinggi. Karena itu reformasi pendidikan tinggi perlu mencakup semua komponen antara peningkatan daya tampung, peningkatan mutu dan peningkatan relevansi pendidikan tinggi.

Ditambahkan, untuk membangun angkatan kerja berpendidikan tinggi yang sama dan setingkat dengan negara industri baru Asia dalam waktu 30 tahun, Indonesia harus meningkatkan jumlah angkatan kerja berpendidikan tinggi menjadi 30 juta orang atau 27 persen dari total angkatan kerja yang diperkirakan sebesar 190 juta orang pada tahun 2045.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge