0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Relawan AFi Merasa Diintimidasi, Rudy-Pur Anggap Reaksi Pelanggaran

merdeka.com

Ilustrasi Pilkada

Solo — Satu bulan menjelang berakhirnya masa kampanye, gesekan antar pendukung pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Solo mulai muncul. Relawan Anung-Fajri (AFi) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku mendapat intimidasi dari pendukung pasangan FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo.

“Teman-teman PKS kemarin ada intimidasi saat melakukan direct selling (kampanye door to door). (Intimidasi) Di banyak titik,” kata Ketua Tim Pemenangan AFi yang juga Ketua DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto kepada wartawan, Minggu (8/11).

Menurut Sugeng, intimidasi terhadap kadernya terjadi Jumat (6/11) lalu saat jadwal kampanye AFi. Intimidasi terjadi serentak di beberapa titik seperti di daerah Transito Kelurahan Pajang, Debegan dan Mojosongo Kelurahan Mojosongo. Intimidasi dengan cara diikuti dengan konvoi motor, dibentak-bentak hingga perobekan selebaran.

“Di daerah Transito, Pajang, temen-temen diikuti preman, digleyer-gleyer knalpot motor, diteror. Di situ pak RT-nya juga. Ini bagian ketidaknetralan, pakai nanyakan surat ijin. Kan nggak pakai itu. Direct selling saja. Itu aktivitas yang dilindungi. Kita hanya butuh surat pemberitahuan dan itu sudah kita lakukan,” beber Sugeng.

Sugeng menyayangkan adanya intimidasi itu. Menurut dia, hal itu bagian mencederai proses demokrasi. Ia menilai, ada pihak-pihak yang tidak siap berkompetisi secara fair.

Dikonfirmasi perihal tudingan intimidasi tersebut, Ketua Tim Pemenangan FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo, Putut Gunawan mengatakan, apa yang disebut sebagai intimidasi bukan dilakukan oleh tim pemenangan Rudy-Pur. Hal itu dilakukan oleh warga masyarakat yang lantaran geram dengan langkah relawan AFi yang melakukan pelanggaran dengan membagikan leafleat di masjid-masjid.

“Jangan dipotong sebagai intimidasi. Bagi-baginya leafleatnya jangan di masjid dong. Itu bukan kita. Itu aksi spontanitas warga sebagai reaksi atas pembagian leafleat di masjid. Kita saling mengkoreksi, kita patuhi aturannya,” ujar dia.

Putut juga menyayangkan pemasangan spanduk berbau SARA di dekat masjid-masjid. Pemasangan itu dianggapnya juga bentuk intimidasi yang melanggar norma konstitusi bernegara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge