0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Strategi Pemerintah Agar Subsidi Listrik Tepat Sasaran

merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Pemerintah memiliki dua strategi agar subsidi listrik tepat sasaran. Strategi pertama yaitu memberikan dana kas seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin untuk membayar listrik.

“Ke depan, subsidi tetap dibutuhkan, untuk yang tidak mampu. nah bentuknya bisa saja berubah, bisa saja kedepan kita tetap dengan pola sekarang subsidi konsumen dengan tarif, tetapi bisa juga dalam bentuk tunai subsidi. Itu wacana itu sudah dibunyikan juga tahun ini. Bisa saja bahwa tarifnya ke rumah tangga itu semua normal, tetapi kemudian untuk konsumen yang miskin dikasih cash untuk membantu dia bayar subsidi listrik,” ujar Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, Sabtu (7/11).

Namun, pemberian subsidi ini harus dilakukan validasi data pelanggan listrik terlebih dahulu dan disesuaikan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Ini model kedepan kemungkinan model ini bisa tetap dilakukan,” ucap Askolani.

Untuk strategi kedua, kata dia, PLN harus mendorong 23 juta pengguna 900 watt pindah ke 1.300 watt. Menurut dia, ada jutaan pelanggan yang sebenarnya tidak berhak mendapat subsidi. Pemerintah pun bakal melakukan penyisiran data pelanggan listrik 900 watt.

“Dari pembahasan dengan dewan bahwa konsumen akan dikurangi dari 40an juta menjadi hanya 30an juta, pengurangan dari 40an juta menjadi 30an juta ini arahnya adalah mengurangi konsumen yang 900 watt,” ujar Askolani.

Askolani menegaskan banyak pelanggan 900 watt yang masuk kategori penduduk mampu.

“Ada mungkin yang memang wajar bahwa masyarakat itu tidak mampu dan menggunakan 900 watt, tapi ada juga yan sebenarnya menggunakan 900 watt itu apartemen yang one bedroom, jadi tidak tepat untuk mendapatkan subsidi ini,” imbuh Askolani.

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada PLN untuk melakukan penyisiran data pelanggan listrik 900 watt. PLN diberi waktu selama enam bulan untuk melakukan validasi data pelanggan listrik 900 watt.

Dia juga memberi perbandingan data subsidi yang diberikan pemerintah. Besaran subsidi listrik memang naik drastis mengekor kenaikan harga minyak dunia di 2005-2006. Pada 2003, besaran subsidi listrik sekitar Rp 4 triliun, namun tahun lalu sudah mencapai Rp 66 triliun.

“Sekarang harus dievaluasi. Yang dapat subsidi sudah ke mana-mana, orang kaya, industry, bisnis besar. Mau kembalikan ke tepat sasaran,” tegas Askolani.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge