0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Residivis Remaja Didampingi Psikolog

Kapolsek Laweyan, Kompol Agung Nugroho (kanan) saat menunjukkan tersangka, NAP (biru) beserta barang bukti kejahatan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pelaku pencurian yang masih di bawah umur, NAP (17) warga Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, mendapatkan pendampingan dari psikolog. Pendampingan tersebut terpaksa dilakukan lantaran remaja tersebut adalah seorang residivis.

“Jadi, kami pikir anak ini sangat membutuhkan psikolog yang bisa memahami kebutuhan mentalnya. Kan orang jadi bertanya-tanya, kenapa seorang remaja di bawah umur berulang kali melakukan kejahatan,” kata Aktivis Yayasan Atma Solo, Adi Cahya saat dihubungi wartawan, baru-baru ini.

Alasan utama, dilakukan pendampingan tersebut lantaran NAP telah berkali-kali melakukan kejahatan. Sehingga, membuat pihak Yayasan Atma Solo merasa bertanya-tanya alasan dibalik aksi kejahatan tersangka.

Disinggung terkait kondisi psikis pelaku, Adi mengatakan,  negara berwajiban memberikan perlindungan kepada NAP yang masih di bawah umur. Bentuk perlindungannya ialah dengan memulihkan dan memperbaiki mental pelaku agar tak kian terjerembab dalam lembah hitam.

“Bagaimana pun juga, pelaku ini adalah korban. Ia korban dari kondisi lingkungan sosial dan kemajuan zaman. Kami merasa perlu mendatangkan psikolog untuk anak ini,” paparnya.

Yayasan Atma yang dalam kasus ini menjadi kuasa hukum NAP mengupayakan minimal satu orang psikolog. Meski tak tak lantas membuat anak menjadi 100% baik, namun setidaknya kebutuhan mental anak sedikit terpenuhi.

“Kebutuhan kongkret anak-anak yang tersandung kasus hukum ialah mental. Selama ini, ketika anak di Lapas, kebutuhan mental anak itu tak terpenuhi. Akibatnya, tak ada perubahan perilaku si anak dan cenderung mengulangi lagi kejahatannya,” paparnya.

Menurut Adi, kasus NAP saat ini sudah masuk ke persidangan. Sidang kedua kasus NAP akan digelar Senin (9/11) depan. Sidang tertutup untuk umum.

NAP dikenal sebagai remaja yang menjadi otak kejahatan pencurian kendaraan bermotor lintas provinsi. Remaja lulusan SD tersebut dibekuk aparat dari Polsek Laweyan, Solo, di Purworejo, Jateng, ketika tengah melakukan aksi kejahatannya bersama sejumlah anak buahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge