0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasokan Listrik Mulai Kritis

merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Kondisi listrik di tanah air saat ini tengah mengkhawatirkan. Ancaman kondisi ini datang dari defisit listrik di beberapa daerah.

“Yang sudah normal dipertahankan, daerah yang kurang jangan sampai semakin berkurang, dan yang belum akan disegerakan dialirkan, saat ini fokus kami pada hal itu,” ujar Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Alihuddin Sitompul, Jumat (6/11).

Dia memaparkan daerah yang alami defisit listrik yaitu Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang mencapai 5,22 persen. Kemudian, wilayah Sumatera Barat, Riau dan Jambi dengan defisit listrik sebesar 9,22 persen.

Sementara, wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung (SBS) dengan kapasitas pasokannya 1.721 MW dan defisitnya sebesar 8,19 persen. Sedangkan, Kalimantan Timur kapasitasnya 459 MW dengan defisit 1,04 persen, Kalimantan Barat 362 MW dengan defisit 8 persen dan Belitung 35 MW dan defisitnya 14,90 persen.

Wilayah lain yang alami defisit juga adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah jumlah pasokannya 504 MW dengan defisit 9,15 persen, Lombok 204 MW dengan defisit 17,35 persen, Sulawesi Utara dan Gorontalo 307 MW dengan defisit 22,94 persen, Kendari 69 MW defisitnya mencapai 22,38 persen.

Yang paling parah, kata dia, Jayapura dengan pasokan kecil mencapai 69 MW.

“Contohnya Aceh dan Sumatera Utara, pemadaman listrik bisa tiga kali dalam satu hari, seperti minum obat kan,” kata Alihuddin.

Untuk itu, kata dia, pemerintah mencanangkan program 35.000 MW guna menambah kapasitas listrik tanah air.

“Kalau tidak terjadi penambahan kapasitas, maka akibatnya akan berbahaya, karena gardu listrik di daerah-daerah kondisinya sudah sangat tua, tidak mampu menyalurkan banyak tenaga,” jelas dia.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge