0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menelusuri Jejak Sungai Bengawan Solo Purba

merdeka.com

Sungai Purba Sadeng

Timlo.net – Dahulu, Sungai Bengawan Solo Purba bermuara di Gunung Kidul, Yogyakarta. Sungai tersebut dahulu mengalir dari pantai Selatan Gunung Kidul di dekat pelabuhan Sadeng. Bekas ruas sungai yang besar itu kini menjadi subur.

Menurut sejarah, mengeringnya Sungai Purba Sadeng ini terjadi empat juta tahun silam. Pergeseran lempeng Australia ke bawah Pulau Jawa menyebabkan Pulau Jawa perlahan terangkat. Akibat peristiwa itu arus sungai tidak bisa mengalir ke selatan dan berbalik ke utara.

Menurut cerita warga setempat, dahulu banyak ditemukan binatang-binatang yang merupakan binatang laut. Bahkan di beberapa batuan ditemukan fosil binatang laut.

“Cerita turun temurun dari simbah, dulu di sini banyak buaya. Ada juga bekas fosil binatang lautnya juga. Tapi sekarang sudah tidak terlihat lagi,” kata Yanti, salah seorang penjual makanan di Pantai Sadeng, Jumat (6/11).

Tidak hanya itu, dari sejumlah penelitian juga ditemukan artefak berupa sisa makanan manusia purba di gua-gua. Di sepanjang ruas sungai purba tersebut juga terdapat gua-gua yang diduga dahulu digunakan oleh manusia purba sebagai tempat tinggal.

Sungai Purba Sadeng ini membentang sepanjang 20 km berkelok-kelok di sepanjang jalan menuju pantai Sadeng. Jika melewati Sungai Purba ini, maka akan tampak pemandangan yang mempesona. Ruasnya yang berkelok seperti membentuk ular raksasa jika dilihat dari atas.

Sungai Purba Sadeng bisa menjadi wisata alternatif anda di akhir pekan dan akan lebih asik jika menikmatinya dengan mengayuh sepeda di sepanjang jalan.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge