0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Guru Manipulasi Data, Kasek Siap Diperiksa

Kepala SD Kristen Triwindu, Lidya Lauw Kiok Lan (kiri) didampingi guru SD Kristen Triwindu, Budiarso (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terkait kasus pencatutan data yang dilakukan oleh seorang guru di SD Kristen Triwindu Solo, pihak sekolah yang bersangkutan mengaku bahwa hal tersebut tidak benar. Duduk permasalahan yang sebenarnya, adalah sekolah telah menawarkan opsi kepada kedua belah supaya sesuai kompetensi mereka masing-masing.

“Ia (pelapor —Red) telah kami tawari opsi supaya memegang pelajaran agama sesuai dengan kompetensi jurusan yang dia miliki. Jika mengampu guru kelas, itu tidak sesuai kompetensinya. Pasalnya yang bersangkutan, belum memiliki ijazah S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD),” jelas Kepala SD Kristen Triwindu Solo, Lidya Lauw Kiok Lan saat ditemui wartawan, Rabu (4/11) siang.

Pertengahan tahun 2014 silam, kata Lidya, pihaknya telah melakukan pembicaraan terkait pembagian jam sesuai kompetensi kepada kedua belah pihak, baik Budiarso maupun Nglenggono Mudo. Mengingat Mudo belum memegang ijazah S1, maka jam pelajarannya sebagai wali kelas II hendaknya diberikan atau dipinjamkan kepada Budiarso terlebih dahulu untuk melengkapi 24 jam mengajar. Namun, waktu itu Mudo bersikeras tidak mau memberikan dengan alasan hal tersebut berdampak pada pengajuan sertifikasi dirinya.

“Padahal, urutan sertifikasi dia masih lama. Bahkan dirinya belum memiliki Nomor Unik Pengajar Tenaga Kependidikan (NUPTK),” jelas Lidya.

Waktu itu, lanjut Lidya, Mudo diberi pilihan untuk mengampu pelajaran Agama sesuai basic kompetensi yang dimilikinya. Namun dengan keras dirinya menolak. Padahal, keputusan pemberian jam pelajaran sepenuhnya kewenangan pihak sekolah.

Disinggung pelaporan yang telah dilakukan Mudo ke pihak yang berwajib, Lidya mengaku tidak gentar. Pihaknya memiliki bukti bahwa apa yang dilaporkan oleh mantan guru SD Kristen Triwindu tersebut tidak benar.

“Kami siap jika diperiksa oleh pihak berwajib,” terang Kasek.

Sementara, Budiarso yang dituding sebagai orang yang memanipulasi data mengaku pihaknya menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada sekolah dan pihak berwajib. Dirinya, sangat prihatin sekaligus menyayangkan jika mantan rekan seprofesinya tersebut sampai menempuh jalur hukum. Padahal, hal tersebut dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Sepenuhnya saya serahkan ke pihak sekolah sekaligus penegak hukum jika nanti diperiksa. Intinya, saya sangat menyayangkan jika dia sampai menempuh jalur ini. Padahal, dia merupakan contoh guru agama yang seharusnya menjadi panutan murid-muridnya,” tutur Budiarso.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge