0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demi Tunjangan Profesi, Oknum Guru Nekat Memanipulasi Data

timlo.net/achmad khalik

Pelapor Nglenggono Mudo menunjukkan jadwal pelajaran yang dimanipulasi oleh Budiarso

Solo — Seorang guru SD Kristen Triwindu Solo, Budiarso dilaporkan ke Polresta Solo atas dugaan pemalsuan data tunjangan profesi, Selasa (3/11) siang. Pelapor yang merupakan mantan guru di SD Kristen Triwindu Solo, Nglenggono Muda (37) mengklaim data yang selama ini dicatut oleh Budiarso tersebut adalah miliknya.

“Selama mengajukan tunjangan profesi (sertifikasi guru-Red) terlapor menggunakan data milik saya tanpa seijin dan sepengetahuan dari saya,” kata Mudo kepada wartawan usai membuat laporan di Polresta Solo.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, dugaan ppemalsuan terjadi sejak 2013 silam. Kejadian bermula saat Mudo menemukan selembar jadwal pelajaran kelas dengan tanda tangan terlapor atau Budiarso. Padahal, selama ini dirinyalah yang mengisi jadwal pembelajaran dengan status Guru Tidak Tetap (GTT). Kuat dugaan, pemalsuan yang dilakukan terlapor untuk menggenapi jam supaya genap 24 jam tatap muka dalam sepekan.

“Dalam lembaran kertas jadwal pelajaran tersebut, nama saya ditutupi dengan nama Budiarso tersebut. Padahal, jelas-jelas saya yang mengajar. Tapi, kenyataanya dalam data tersebut justru ditempeli nama Budiarso,” jelas Mudo.

Tak hanya disitu saja, dirinya juga menemukan manipulasi data pada operator SD Kristen Triwindu. Dalam data tersebut, Budiarso tercatat sebagai guru kelas V pada tahun ajaran 2013 dan guru kelas II pada tahun ajaran 2014. Parahnya lagi, input data yang dimasukkan oleh operator tersebut dikuatkan dengan data jadwal pelajaran yang ditandatangai oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Merasa dirugikan, Mudo akhirnya melaporkan hal tersebut ke pengawas UPTD Pendidikan Solo.

“Saya sempat melaporkan ke pihak UPTD Pendidikan Solo, katanya akan melakukan mediasi. Namun, sampai saat ini terkesan dibiarkan. Hingga terakhir ini masih saja cair,” jelasnya.

Sementara, terlapor saat dihubungi wartawan enggan menanggapi kasus tersebut. Budiarso meminta kepada wartawan untuk menanyakan kasus tersebut keatasannya langsung yakni Kepala SD Kristen Triwindu Solo.

“Konfirmasi ke kepala sekolah saja,” ujarnya singkat.

Dalam laporannya, Mudo memakai Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge