0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Blogger Solo : SE Ujaran Kebencian Kalah Ganas dengan UU ITE

merdeka.com

SE Kapolri

Solo – Terbitnya Surat Edaran (SE) Kapolri tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech) menimbulkan pro kontra di masyarakat. SE bernomor SE/6/X/2015 yang dikeluarkan 8 Oktober lalu itu menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian masyarakat menilai SE itu membatasi kebebasan berpendapat. Lantas, bagaimana pendapat blogger dan pengguna media sosial di Solo ?

“SE itu tidak perlu jika polisi sudah jalankan mandat konstitusionalnya secara benar dan adil. Sudah cukup. Kecuali jika yang diinginkan cuma kegaduhan atau polemik garing,” kata blogger senior Kota Solo, Blontank Poer, saat dimintai tanggapannya, Selasa (3/11).

Menurut Blontank, SE Kapolri dinilainya basi lantaran selama ini Polri justru lebih sering memperkarakan orang-orang kecil dengan menggunakan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) daripada menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Di tahun 2015 saja, ungkap Blontank, ada 100 lebih kasus yang berkaitan dengan UU ITE dimana mayoritas pelapornya adalah pejabat daerah atau politisi yang dikritik rakyat.

“Mestinya, kritik terhadap pemerintah menjadi hak setiap warga negara. Ada baiknya, Kapolri menginstruksikan jajarannya mengindari penggunaan pasal UU ITE untuk menjerat warga negara yang menyuarakan gak konstitusionalnya. Apalagi, UU ITE ini sedang diupayakan revisi,” beber dia.

Lebih lanjut, mantan jurnalis ini mengajak publik berhati-hati menggunakan media untuk menyuarakan pendapat. Harus dipahami, ada batas etis seseorang mengemukakan pendapat atau mengungkapkan perasaan di dunia maya.

Hal yang sama disampaikan oleh Yos Beda, salah seorang blogger serta pengguna media sosial di Solo. Menurut dia, SE Kapolri bukan barang baru lantaran sebelum-sebelumnya, polisi justru sudah sering menggunakan UU ITE untuk menjerat blogger dan pengguna media sosial.

“Pasal di UU ITE itu lebih ganas daripada SE Kapolri,” kata pemilik nama asli Yossa Oktaviyana ini.

Disinggung apakah terbitnya SE Kapolri bakal membatasi kreatifitas pengguna media sosial, Yos Beda menilai sedikit banyak pastinya pengguna medsos akan lebih berhati-hati dalam menggunakan medsos. Meskipun selama ini, pengguna medsos sudah lebih berhati-hati agar tidak terjerat pasal karet UU ITE.

Editor : Eddie Mutaqin

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge