0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polres Diminta Netral Tangani Pelanggaran Pilkada

Polres Boyolali didesak usut tuntas pengrusakan di rumah Sutopo dan Posko Toto di Banyudono ()

Boyolali — Polres Boyolali didesak untuk lebih serius menanggani kasus pengrusakan posko dan rumah warga di Banyudono, yang dilakukan sekelompok orang. Selain itu, Polres juga diminta netral dalam menangani pelanggaran yang berkaitan dengan Pilkada. Hal tersebut dilontarkan Front Anti Anarkhi Boyolali (Fanboy) di Mapolres Boyolali, Selasa (3/11).

“Kita tetap akan usut tuntas, saat ini baru kita lakukan penyelidikan,” kata Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, usai menemui 20-an anggota Fanboy di ruang Bara Merapi.

Diakui Kapolres, pihaknya tidak mau gegabah dalam menanggani kasus pengrusakan Posko dan dua rumah. Pasalnya harus ada saksi untuk menangkap pelaku pengrusakan. Pelaku sendiri diperkirakan berjumlah 50-an orang dengan mengendarai motor dan berpakaian hitam-hitam.

“Sudah ada lima saksi yang sudah kita mintai keterangan,” tambah Kapolres.

Sementara itu, dalam rilisnya, Koordinator Fanboy, Diky, meminta Polres untuk bertindak netral terutama dalam menindak mobil branding. Dijelaskan, pembiaran tanpa ada tindakan pengusutan akan menimbulkan serangan balik dari pihak-pihak yang tidak puas dengan keadilan hukum.

“Polres harus berani menindak tegas setiap pelanggaran, jangan sampai dibiarkan,” kata Diky.

Ketua Tim Sukses Paslon Seno-Said, Paryanto, mengungkapkan pihaknya tidak mengetahui kejadian kericuhan saat debat. Pasalnya, pihaknya juga ikut membantu melakukan pengamanan. Pihaknya juga melakukan penelusuran, dan ditemukan kenyataan bila kericuhan berawal dari masalah pribadi.

“Itu masalah pribadi, yang kemudian menjadi pemicu kerusuhan,” ungkapnya.

Pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke pihak berwajib. Selain itu, juga mengajak kedua pihak paslon untuk bisa menjaga iklim sejuk dan kondusif di Boyolali menjelang Pilkada.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge