0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Kopral Subagyo, Hobi Aksi ekstrem Demi Rekor MURI

foto: Dwi

Kopral Subagyo

Timlo.net – Namanya bisa dibilang cukup populer di kalangan wartawan. Ia sering muncul di media massa dengan aksi-aksinya yang unik dan terkadang heroik. Itulah Kopral Subagyo, anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV Surakarta.

Berbagai aksi telah dilakoni­nya. Diantaranya, jalan keliling Pura Mangkunegaran 24 Jam non stop, jungkir balik (koprol) 5 km, push up 21 jam 40 menit, minum minyak rem, aksi anti poligami, aksi anti begal dan berbagai aksi unik lainnya. Beberapa aksinya menyabet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Saat TimloMagz bertandang ke rumahnya di Kampung Sumpingan, Kadi­piro, Banjarsari, akhir bulan lalu, ruang tamunya penuh dengan bingkai dokumentasi aksi-aksinya di media massa. Tak lupa, penghargaan rekor MURI juga ikut memenuhi ruang tamunya.

Beberapa foto seperti foto pendidikan TNI dan foto dengan mantan Walikota Solo yang kini menjadi Presiden, Joko Widodo, juga terpampang.

“Niatnya saya hanya ingin berbuat untuk korps. Juga untuk memotivasi remaja-remaja (Polisi Militer-red). Kalau saya sekarang di usia 52 tahun masih mampu, para remaja-remaja harus bisa melebihi saya,” kata Subagyo, saat di­tanya alasannya sering melakukan aksi.

Subagyo mulai melakukan aksi sekitar 12 tahun lalu. Sebelum itu, Subagyo merupakan prajurit TNI seperti pada umum­nya. Kala itu, ada dua anggota PM Solo yang terlibat perkelahian dengan korps lain. Ironisnya, dua anggota PM itu kalah dan dilarikan ke rumah sakit. Dua anggota itu kalah duel lantaran tidak memiliki kemampuan fisik yang memadai.

Kalahnya dua anggota PM itu membuatnya prihatin. Ia kemudian terobsesi untuk memperkuat fisiknya. Terlebih, di kantornya, terdapat faslitas alat-alat fitnes. Sejak saat itu, lelaki kelahiran Banyuwangi, 14 Desember 1963 ini berlatih dengan keras. Siang dan malam, ia mengolah fisiknya. Tiga bulan kemudian, latihan kerasnya mulai berbuah.

“Saya ikut lomba panco di salah satu tv swasta. Awalnya kalah. Tiga bulan kemudian ikut lagi dan juara dua. Sampai lima kali tampil, selalu juara 2 nasional. Dari situ, saya tambah semangat,” beber dia.

Prestasi panco itu membuat Subagyo semakin gila melatih kemampuan fisiknya. Terlebih, kantornya juga memberikan latihan Karate dan Yame. Di sela jeda latihan, Subagyo sering menggunakan jeda untuk melakukan push up. Kemampuannya terus ia latih hingga pada 17 Agustus 2006, ia berani melakukan aksi pertama kali yakni push up 12 jam sebanyak 5.420 kali di depan Markas Denpom IV Surakarta.

Sukses dengan aksinya, Subagyo semakin tertantang hingga kemudian dicatat Muri sebagai rekor push up terlama, 21 jam 40 menit atau 9.260 kali. Dari situ ia mulai sadar, ia memiliki kelebihan fisik.

“Setiap orang sebenarnya memiliki keistimewaan. Misalnya tahan nafas sehingga bisa renang berjam-jam. Hanya, terkadang orang belum tahu, kalau dia punya keistimewaan,” kata bapak dua anak ini.

Mengambil momen hari-hari yang berkaitan dengan TNI seperti Hari TNI, Hari Juang Kartika, Hari Pahlawan, Su­bagyo terus melakukan aksi-aksi rekor. Tidak terbatas aksi fisik, Subagyo juga melakukan aksi-aksi sosial seperti ope­rasi kantong kempes, aksi anti kekerasan. Tidak sebatas aksi yang me­ngandalkan kekuatan fisik, aksi kontroversial dan beresiko tinggi juga ia nekat lakoni seperti aksi minum minyak rem dan mandi air aki.

“Kalau yang kontroversial ini saya biasanya tidak izin dulu. Setelah aksi biasanya dipanggil atasan. Namun, aksi kontroversial ini sudah saya perhitungkan resikonya dan tidak untuk ditiru orang lain,” jelas dia.

Subagyo mengawali karir TNI de­ngan masuk pendidikan calon tantama (Catam) Pusdik TNI Magetan. Ia kemudian dipilih masuk jurusan polisi militer dan menjalani pendidikan di Pusdik PM, Cimahi, Bandung. Setelah lulus, ia bertugas di Kodam IV Diponegoro, lalu berpindah ke Yogyakarta. Pindah lagi ke Sub Denpom Purworejo, Sub Denpom Sragen dan akhirnya bertugas di Denpom IV Surakarta di tahun 1987 hingga sekarang.

Tidak lama lagi, Subagyo akan memasuki pensiun. Pangkatnya pun masih tetap Kopral lantaran ia sudah berjanji tidak mau naik pangkat. Penyebabnya, Subagyo pernah mendapat predikat Kopral Langka dari Wakil KASAD Letjen TNI Suryo Prabowo di masa itu.

Meski nantinya purna tugas, Su­bagyo tidak akan berhenti dari aksinya. Ia juga sudah menyiapkan aksi menjelang pensiunnya. Seperti apa aksinya, kita tunggu saja.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge