0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warung Esek-esek di Lahan Perhutani Dibongkar Paksa

merdeka.com

Warung esek-esek dibongkar

Timlo.net — Ratusan warung remang-remang sepanjang jalur pantura Plelen Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dibongkar paksa petugas gabungan, Satpol PP, Polisi, TNI dan Perhutani KPH Kendal, Jawa Tengah. Warung yang didirikan di lahan perhutani ini, disalahgunakan sebagai tempat karaoke liar dan mangkal pekerja seks komersial.

Warung remang-remang yang berkedok warung makan di sepanjang pantura Plelen Senin (2/11) sore terpaksa dibongkar setelah pemilik tidak mengindahkan peringatan dari pemerintah setempat.

Pihak kecamatan sudah memberi surat peringatan untuk segera membongkar dengan batas waktu tanggal 23 Oktober silam, namun pemilik membandel sehingga terpaksa petugas membongkar paksa.

Menurut pemilik warung, surat peringatan diterima akhir oktober silam. Pemilik mengaku belum sempat membongkar, karena tidak ada tenaga untuk melakukan pembongkaran.

“Tidak ada tenaga untuk bongkar sendiri, lagian saya juga bingung harus pindah kemana,” ujar Kusnarti, pemilik warung remang-remang.

Bupati Batang, Yoyok Riyo Subidyo mengatakan, penertiban warung remang-remang ini merupakan operasi gabungan antara Satpol PP Batang, Perhutani KPH Kendal, Polres Batang dan Kodim Batang serta tokoh masyarakat dan Ormas.

“Kita gabungan ada ormas yang ikut, penertiban dilakukan untuk mengantisipasi perbuatan maksiat di Kabupaten Batang khususnya di warung sepanjang pantura,” jelas bupati.

Sementara itu Administratur Perhutani KPH Kendal, Sunarto mengatakan, ada penyalahgunaan keperuntukan lahan milik Perhutani ini.

“Awalnya warga memanfaatkan untuk usaha rumah makan, namun disinyalir banyak disalahgunakan dan beralih menjadi tempat karaoke liar dan tempat mesum,” tutur Sunarto.

Tidak ada perlawanan dari pemilik warung dan petugas membongkar warung yang ditutup rapat. Jumlah warung remang-remang yang berdiri di lahan Perhutan petak 78 BKPH Plelen RPH Plelen KPH Kendal ini tercatat 119 warung.

Berdasarkan kesepakatan dengan pemilik lahan, warga diperbolehkan menggunakan untuk usaha dengan syarat warungnya terbuka tidak diberi sekat atau kamar.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge